Program Travel Bubble: Kadishub Kepri Sayangkan Bandara Hang Nadim Belum Sediakan Alat TCM

cMczone.com – Sehubungan dengan dibukanya program travel bubble di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya untuk wilayah Kota Batam dan Kabupaten Bintan, maka segala bentuk kesiapan terutama di bandara dan pelabuhan yang menjadi akses utama keluar dan masuknya turis mancanegara harus segera dilakukan. 

Adapun kesiapan Kepri dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman) yang diputuskan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, diantaranya adalah Bandara Hang Nadim, Kota Batam yang ditunjuk untuk melakukan pelayanan wisman dan Pekerja Migran Indonesia (PMI),  Pelabuhan Laut Nongsa, Kota Batam untuk wisman dan PMI, Pelabuhan Batam Centre melayani PMI dan pelabuhan BBT Lagoi melayani wisman.

Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melalui Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Junaidi meminta, agar semua manajemen bandara dan pelabuhan yang ditunjuk tersebut segera menyiapkan segala kesiapan untuk supaya bisa segera menerima kedatangan wisman.

Adapun yang harus disiapkan adalah terkait alat-alat penunjang protokol kesehatan seperti alat Tes Cepat Molekuler (TCM) sebagai pengganti Polymerase Chain Reaction (PCR) dan lainnya.

Jika PCR hasilnya harus menunggu hingga 8 jam, maka dengan TCM akan diketahui hasilnya hanya dalam waktu 1 jam. Dan alat ini diminta harus segera disiapkan di setiap bandara dan pelabuhan yang telah ditunjuk.

Baca Juga :   Harbour Front Dibuka, Ansar Ahmad Minta Operator Kapal Cepat Kepri-Singapura Sesuaikan Harga

“Untuk Bandara RHF Tanjungpinang pada dasarnya sudah siap melayani, namun untuk sementara fokus di Hang Nadim, Kota Batam. Kita akan evaluasi, jika ternyata wisman yang datang lewat Hang Nadim membludak barulah RHF kita fungsikan,” ungkap Junaidi.

Namun Junaidi menyayangkan, ternyata di Bandara Hang Nadim sampai saat ini belum menyediakan alat TCM yang diperlukan tersebut. Padahal hal tersebut menjadi syarat penting untuk program dibukanya travel bubble ini.

“Bandara Hang Nadim ini kan di bawah pengelolaan BP Batam. Seharusnya segala fasilitas dan sarana prasarananya agar segera dipersiapkan. Pemprov Kepri dalam hal ini tetap melakukan pengawasan melalui Satgas Covid-19,” kata Junaidi, Minggu (17/10/2021).

Untuk mensukseskan program travel bubble yang diyakini akan mampu menjadi sumbu hidupnya kembali pariwisata di Kepri, maka diperlukan kerja sama semua pihak. Baik pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah terkait.

“Masing-masing bekerja sesuai dengan kapasitasnya berdasarkan tupoksi masing-masing. Untuk bandara apa yang harus disiapkan agar segera dilakukan, begitu juga di pelabuhan hingga ke area wisata yang menjadi tujuan. Jadi tidak ada siapa menunggu apa yang harus dibuat. Begitu pesan Gubernur,” kata Junaidi.

Baca Juga :   Ansar Ahmad Minta Pelabuhan Siapkan Fasilitas Penyambutan Wisman

Sebagaimana diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, bahwa ada 19 negara yang nantinya diizinkan masuk ke Indonesia.

Negara-negara tersebut meliputi Saudi Arabia, United Arab Emirates (UAE), Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Daftar 19 negara yang masuk ke Indonesia ini hanya berlaku khusus untuk penerbangan langsung ke Bali dan Kepri.

Untuk di Kepri, Bandara Hang Nadim yang berada di Kota Batam, dan satu lagi Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang.

Untuk Bandara RHF Tanjungpinang, kata Junaidi, saat ini General Manager (GM) Angkasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta, dan Bandara di Bali, agar mengetahui pola dan prosedur yang dilakukan.

“Saya baru menghubungi GM-nya,  saat ini pihak Angkasa Pura ll Tanjungpinang sedang melakukan koordinasi dengan Bandara Soekarno Hatta. Besok mereka akan ke Bandara di Bali, guna melihat langsung bagaimana prosedur dan kesiapan fasilitas disana,” ucap Junaidi.

Pelaku perjalanan dari 19 negara tersebut diatas dapat masuk ke Bali dan Kepri  dengan syarat yang sudah disepakati, seperti melampirkan bukti sudah melakukan vaksinasi lengkap dengan waktu minimal 14 hari sebelum keberangkatan yang dibuat dalam Bahasa Inggris, serta memiliki hasil TCM sebagai pengganti PCR. Setelah sampai ke Bali dan Kepri, wisman tersebut juga akan melakukan proses karantina.

Baca Juga :   Pelaku Pariwisata Kepri Sampaikan Pernyataan Sikap Terkait Travel Bubble 

“Pada intinya kita semua telah sepakat travel bubble ini segera dibuka. Dan sekali lagi Gubernur minta kerja sama kita semua, terutama pengelola pelabuhan dan bandara yang jadi akses utama keluar dan masuk wisman,” tegas Junaidi.

Melanjutkan arahan Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, Junaidi juga menegaskan, jika dibukanya kunjungan wisman untuk Kepri, karena Kepri dinilai sudah layak untuk ini.

Didukung dengan data dan fakta di lapangan, seperti capaian vaksinasi yang sudah mencapai 87 persen, menurunnya BOR, kasus terkonfirmasi positif harian dan sebagainya.

“Kalau belum layak tentu pemerintah pusat tidak mengizinkan 19 negara ini masuk ke  Kepri. Capaian vaksinasi 87 persen itu sudah cukup tinggi, sisanya yang belum vaksin karena memang ada yang tidak bisa di vaksin karena sakit dan sebagainya,” pungkas Junaidi.

Editor : Budi Adriansyah