oleh

Rudi Koto, Tokoh Pemuda dan Aktivis Sosial Di Polisikan

PadangPariaman,(cMczone.com)– Untuk terus menjadi besar memang perlu juga terus berproses. Kepedulian terhadap sesama dan terhadap kampung halaman ternyata tidak selalu menghasilkan yang baik, tak selamanya padi yang ditanam akan tumbuh padi, begitulah kira-kira pepatahnya’. Artinya, walaupun kita berbuat baik, belum tentu akan semuanya menghasilkan yang baik pula, ada kalanya ada yang tak sesuai dengan yang kita harapkan dan tidak semua bisa memahami dengan baik sehingga menimbulkan persoalan yang seharusnya tidak terjadi.

Nasib itu, dialami oleh Rudy Koto, seorang tokoh pemuda yang sangat aktif dan dipandang sangat peduli terhadap kampung halamannya di Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman. Sejak Rudy Koto pulang dari rantau, Ia bertekad menyumbangkan tenaga, pikiran dan karyanya untuk kemajuan dan pembangunan kampuang halaman.

Ia sudah banyak berbuat, mulai dari pembangunan kampung, salah satunya mendorong Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Padang Pariaman untuk mengarahkan anggaran pembangunan infrastruktur ekonomi dan olahraga termasuk budaya Minangkabau ke Sungai Geringging.

Baca Juga :   Kebut Kebutan Marak Di Bangkinang

Beberapa event besar-pun berhasil diselenggarakannya; Piala Bupati Cup (Sepak Bola), Dandim & Kapolres Cup (Sepak Bola), Piala PEKAT IB (yang dihadiri langsung oleh Gubernur dan Kapolda Sumbar), Kapolda & Danrem Cup (Bola Voli), Sungai Geringging Festival (Suger Fest) yang dihadiri langsung oleh artis Ibu Kota Cinta Fenelope dan beberapa kegiatan lainnya.

Bukan itu saja, kegiatan sosial lainnya juga berhasil dilaksanakan oleh Mantan Wakil Ketua DPW PEKAT IB Sumatera Barat ini, diantaranya; Sunnatan Massal, Bedah Rumah, Peduli Kaum Dhuafa, Peduli Penderita Kanker dan banyak lagi.

keaktifan dan kevokalannya untuk melakukan kritikan, tidak semua orang dapat menerima dengan baik dan bijaksana. Salah satu postingan FB (www.facebook.com) akun Rudy Koto, disikapi oleh salah seorang pejabat pusat, yang diduga merasa tersinggung dengan status tersebut dan melaporkannya ke Polres Kota Pariaman, belum lama ini.

Baca Juga :   Deklarasi Damai Pemilu Caleg dan Capres 2019, Partai Berkarya Kabupaten Bengkalis Siap Dalam Segala Lini.

“Rudy Koto itu memang sangat aktif, Ia pun vocal mengkritisi pemerintah dan legislative (DPRD), apabila tidak menjalankan amanat rakyat alias tidak mau berbuat kepada masyarakat. Sehingga para pejabat, mulai memperhatikan kampung kami, dan apabila terjadi selisih paham, alangkah baiknya dibicarakan dan duduk bersama. tak ada persoalan yang tak bisa diselesaikan asal ada niat baik dan tidak segala persoalan harus berujung pada pelaporan, apalagi setelah melihat postingan saudara rudi koto kritikan tersebut bersifat umum dan tidak menyebutkan identitas, menurut saya dasar laporan tersebut sifatnya juga umum dan tidak ada unsur Pidana yang dapat disangkakan dan hal tersebut sangat disayangkan” ujar salah seorang sumber kepada awak media, yang tidak mau disebutkan namanya.

Baca Juga :   Banjir Sejumlah Titik Badan Jalan Kota Duri Diduga Disebabkan Tersumbat Kanal Parit PT. Chevron Pasific Indonesia

Rudy Koto membenarkan terkait laporan tersebut, “Benar, Tanggal 21 Maret 2019 atas laporan seseorang saya di panggil pihak kepolisian dan kemarin Saya sudah menghadap ke Reskrim Polres Kota Pariaman, karena beberapa hari sebelumnya dilaporkan oleh Pejabat Pusat karena merasa tersinggung katanya. Padahal status saya di FB tersebut yang mengkritisi tentang belum maksimalnya pembangunan di kampung saya (baca; Sungai Geringging. Red), tidak satu katapun menyebutkan nama seseorang. Kenapa dirinya merasa tersinggung,” ungkap Rudy Koto, Jum’at (22/3/2019).

Komentar

Berita Lainnya