oleh

Pelaku Utama Pembabat Hutan Lindung Harau Belum Tersentuh Hukum

Payakumbuh,(cMczone.com) – Terkait pemberitaan sebelumnya, penangkapan Pembabat hutan lindung(HL) yang berskala besar di kenagarian gurun kecamatan harau kemarin di tenggarai ada keterlibatan Oknum calon wakil bupati kabupaten lima puluh kota di belakang layar.

Di Sisi lain, inisial Yahdi dan Hariyadi adalah dua orang oknum yang diduga sebagai aktor pembabatan hutan lindung.

Tidak terima, salah satu dari dua orang aktor tersebut inisial Yahdi membantah ketika di konfirmasi oleh wartawan, “saya tidak ada membabat hutan lindung, saya hanya mengolah hutan ulayat nenek moyang saya” ucapnya via telpon kepada awak media.

Di tambahkan lagi, Yahdi mengatakan” kenapa baru sekarang di permasalahkan, Padahal sebelum saya sudah ada orang yang berkebun, ada dari anggota DPRD dan masyarakat, bahkan orang Autralia pun ada yang berkebun diatas areal lahan saya tersebut”

“Tentang lahan tersebut saya jual pada pihak investor Rp 200 juta tidak benar,Yang ada hanya kerjasama dengan orang kampung kita yang berada di luar negeri (di Qatar) dengan bajet Rp 200 juta/hektar bagi hasil. Ucap Yahdi kepada awak media melalui telpon selulernya 10/09/20.

Baca Juga :   Diduga Tebang Pilih Tertibkan PETI, Polres Sarolangan Jambi Resmi Dilaporkan

Sementara itu Kepala KPLH Ir Afniwirman ketika dikonfirmasi menyebutkan” adanya keterkaitan salah satu calon wakil Bupati Limapuluh kota bahwa kedua oknum adalah saudara dari RKN di tambahkan lagi salah seorang yang di amankan di TKP setelah di BAP di Kapolres Limapuluh kota saat ini statusnya wajib Lapor,Sedangkan Yahdi dan Hariyadi masa penangguhan penahanan”tuturnya kepada awak media.

Di sambung, “Berikut ini kutipan whatshapp Ir Afniwirman  selaku kepala KPHL”nama hariyadi/adi Alamat : gurun,Pekerjaan : swasta,Posisi dlm usaha : pengelola utama Adik dari RKN,Nama Yahdi,Alamat : Gurun,Pekerjaan : swasta Pengelola Kawasan wisata terpadu”ucap kepala KPLH Ir Afniwirman kepada awak media via whatsapnya.

Terpisah, Disampaikan via telpon dan pesan singkat Via Whatshappnya 10/9/20 yahdi membantah kepada wartawan menyebutkan “Yahdi adalah Kakak dari RKN sedangkan Hariyadi adalah adik dari RKN” tungkasnya kepada media.

Baca Juga :   Terlibat Jual Beli Sabu Oknum ASN dan Honorer Ditangkap Polisi

Berikut ini juga kutipan whatshapp 8/9/20 oleh junaidi anggota Kplh”sebelumnya Di TKP kami menangkap salah seorang sebagai tukang sinsow. Setelah kami introgasi dia hanya sebagai orang suruhan dari “oknum” yang masih di rahasiakan”

Di sambung Kronologis kejadian “Kepala resort lima puluh kota mendapat laporan bahwa ada org membuka lahan secara besar2an didlm kawasan hutan lindung di nagari Gurun, setelah sampai dilokasi ternyata memang benar telah terjadi pembukaan lahan,Sesampai dilokasi tersebut ditemui seorang laki laki tertangkap tangan sedang melakukan penebangan kayu yg beridentitas N : IRWAN pgl Ir,U : 50 tahun,S : pitopang,P : tukang chinsaw,A : solok bio2,Terhadap tersangka dibawa kepolres lima puluh kota utk dilakukan penyelidikan lebih lanjut”ucap anggota KPLH junaidi kepada media.

Salah seorang dari masyarakat yang merasa sebagai pemilik lahan yang merahasiakan jati dirinya layak di percaya mengatakan “pembelian satu hektar Lahan Rp 80 juta Pemilik lokasi berada di tiga kenagarian dan Sampai saat ini masih banyak yang belum di bayar RKN,Kalau RKN menyebutkan dirinya tidak mengakui keterlibatannya adalah pembodohan terhadap publik Bukti-bukti sangat cukup dimasyarakat yang di tanda tangani di atas matrai 6000 untuk dijadikan bukti”ucapnya kepada awak media.

Baca Juga :   KPK umumkan OTT PN Jaksel

RKN ketika di hubungi via Selulernya 08117091XXX mengatakan”saya tidak mau komen Silakan hubungi yang bersangkutan” tuturnya kepada awak media.

Ketua Dpw Lsm Garuda NI Sumbar minta aparat hukum menindak tegas  terhadap para pelaku pembabatan hutan negara “hutan lindung” tanpa pandang bulu. Sesuai dengan UU yang berlaku di NKRI.

Supaya tidak ada interpensi dari siapapun.

Di pelajari secara seksama dari informasi dari Petugas Polhut “Kplh” kasus ini menduga adanya pembiaran dari pemerintah daerah. Ujar Bjr.

Di lanjut,terkait pemeriksaan Yahdi di Kapolres lima puluh kota,sampai saat ini dirinya masih menjadi terperiksa, belum sebagai tersangka.

TEAM..

Komentar

Berita Lainnya