oleh

Pelaku Utama Pembabat Hutan Di Kenagaraian Gurun Masih Misterius

Payakumbuh,(cMczone.com) – Terkait dengan pemberitaan sebelumnya, pelaku pembabatan hutan berskala besar yang tertangkap Tangan di kenagarian gurun kecamatan harau yang saat ini berstatus penangguhan penahanan, mereka yang tertangkap tangan tersebut salah satunya mengaku disuruh, Siaa yang menyuruh.

Hingga saat ini Pelaku utama belum tersentuh Hukum, apakah mereka kebal Hukum.??

Misteri tentang status hukum pelaku yang masih terperiksa di Polres 50 kota menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah2 masyarakat Luhak nan Bungsu.

Pelaku yang berjumlah 3 orang ( Ir  Yahdi , Adi) dengan masing masing perannya masih belum berstatus ” Tersangka “. Padahal jelas jelas ketiga orang tersebut secara bersama sama melakukan ” Tindak Pidana”.

pembabatan Hutan secara masif dan teroganisir yang di atur dalam UU No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan ( UU P3H ) Ketentuan Perundangan ini adalah Lex Specialist ( Ketentuan Khusus ) dari UU No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

Baca Juga :   Polres Kampar Musnakan 790 Gram Shabu Senilai 1 M Lebih

Di sambung,Penebangan hutan secara liar merupakan salah satu perbuatan yang dilarang dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b UU P3H, yakni Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri.

Setiap orang ini dapat berarti orang perorangan maupun korporasi, Bagi yang melakukan larangan tersebut akan dikenakan ancaman Pidana jika dilakukan oleh individu orang, ancaman pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Sedangkan jika penebangan tanpa izin menteri dilakukan oleh korporasai, ancaman pidananya penjara paling singkat 8 (delapan) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun serta pidana denda paling sedikit Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) dan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Baca Juga :   Lagi Asyik Nyabu, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

IA,Bj Rahmat selaku ketua LSM Garuda Nasional DPW Sumbar mengatakan”menanggapi tentang pengolahan hutan lindung mau dijadikan Agro Wisata sangat di sayangkan atas kecerobohan si pelaku dan seharusnya hutan lindung itu harus dilindungi serta di jaga Bukan untuk dirusak,saya sangat berharap kepada penegak hukum agar pelaku atau dalang di belakang nya dapat ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku” ucapnya kepada awak media 16/09/20.

Menyangkut tetang pembabatan kawasan hutan lindung di kenagarian gurun kecamatan harau”bahwa dari pihak Penyidik Polres Limo Puluh Kota masih dalam tahap pemanggilan saksi saksi untuk mengumpulkan data saya berharap semuanya dapat dituntaskan” ucap Andi Junaidi KPLH kepada Awak media 16/09/20.

Baca Juga :   Pelaku Utama Pembabat Hutan Lindung Harau Belum Tersentuh Hukum

Di tambahkan lagi, Yahdi mengatakan” kenapa baru sekarang di permasalahkan, Padahal sebelum saya sudah ada orang yang berkebun, ada dari anggota DPRD dan masyarakat, bahkan orang Autralia pun ada yang berkebun diatas areal lahan saya tersebut”

“Tentang lahan tersebut saya jual pada pihak investor Rp 200 juta tidak benar,Yang ada hanya kerjasama dengan orang kampung kita yang berada di luar negeri (di Qatar) dengan bajet Rp 200 juta/hektar bagi hasil. Ucap Yahdi kepada awak media melalui telpon selulernya 10/09/20.

Berikut ini juga kutipan whatshapp 8/9/20 oleh junaidi anggota Kplh”sebelumnya Di TKP kami menangkap salah seorang sebagai tukang sinsow Setelah kami introgasi dia hanya sebagai orang suruhan dari “oknum” yang masih di rahasiakan”tuturnya kepada awak media.

Team…

Komentar

Berita Lainnya