oleh

JOIN Kampar Soroti Dugaan Kasus Mesum di DPRD Kota Batam.

-Headline-727 views

Fitri FJ : Itu Rumah Rakyat Bukan Tempat Mesum Atau Lokalisasi.

Kampar, (cMczone.com) – Beberapa waktu lalu masyarakat Kampar dengan Kota Batam sempat dihebohkan dengan adanya berita dugaan Anggota DPRD Kampar yang berbuat mesum di ruangan DPRD Batam.

Loading...

Berita tersebut sempat viral dan menjadi tanda tanya di beberapa kalangan.

Teks Foto : Ketua JOIN Kampar Fitri Fj.

Terkait hal tersebut Ketua JOIN Kampar, Fitri juga ikut melontarkan statement.

Menurut ketua JOIN Kampar, kasus ini akan dikembangkan dan akan kita soroti, sehingga apa yang terjadi dan isu tersebut terbongkar,”bebernya Fitri selaku Ketua JOIN Kampar kepada awak media ini pada Rabu (15/8/2018).

Juga dikatakannya agar pimpinan DPRD Batam segera menyelesaikan persoalan yang mencemarkan marwah dan nama baik dewan di Kota Batam.

“Itu rumah rakyat bukan tempat mesum atau lokalisasi. Jangan coreng nama baik dan citra gedung milik rakyat,” tegas Fitri.

Dia juga mendesak pimpinan dewan yang memiliki ruangan yang diduga dijadikan tempat mesum tersebut segera diperiksa. Jangan sampai peristiwa yang mengegerkan banyak kalangan hilang begitu saja ?.

” kasus ini jangan sampai hilang ibarat seperti lagu lama berhembus angin lalu” ujarnya.

Sambung Fitri , Apalagi kabar yang kita dengar bahwa dua oknum itu adalah tamu Zainal Abidin yang datang dari Pekanbaru (diduga anggota DPRD Kampar) dan saya ingin permasalahan asusila ini harus diusut sampai tuntas,” pintanya.

Persoalan mesum ini harus dituntaskan karena menyangkut nama baik anggota dewan di Negeri Serambi Mekkah.

Fitri juga meminta agar pegawai honorer dan dua teman pimpinan DPRD Batam yang diduga terlibat dalam tindakan asusila itu segera diperiksa. Bukan hanya diberhentikan karena gedung DPRD bukan hotel murahan yang bisa dibayar gratis oleh wakil rakyat.

Kasus asusila yang diduga terjadi di ruangan pimpinan DPRD Batam, Zainal Abidin didapat dari informasi pengakuan pekerja kebersihan yang mendapati kamar peristirahatan ‘rehat’, dimana ruangan pimpinan dewan terlihat berantakan, tisu berserakan dengan cairan yang tidak seperti biasanya dengan handuk basah.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa tindakan asusila itu melibatkan anggota DPRD daerah lain yang tengah kunjungan kerja ke kota Batam. Anggota dewan yang dimaksud disebut sebut teman pimpinan DPRD Batam, Zainal Abidin. Saat tengah menunggu Zainal Abidin kembali ke ruangannya, sang anggota dewan yang dimaksud kemudian terlibat tindakan asusila dengan dua perempuan pegawai honorer DPRD Batam.

Jika memang pimpinan DPRD Batam memang tidak tahu permasalahan ini, kenapa tiba-tiba dua karyawan honorer itu diberhentikan tanpa sebab yang tidak pasti.

“Jangan membuat rakyat bertanya-tanya,” ungkap Fitri.

Teks Foto : Asril Sekretaris LSM FAPPAR RI Kampar.

Sementara itu Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Andalan Pembangunan dan Auditor Republik Indonesia (LSM FAPPAR RI) Kabupaten Kampar, Asril sangat menyayang dugaan tindakan asusila yang terjadi di DPRD Kota Batam, apalagi ini melibatkan Oknum Dewan di Kabupaten Kampar, bagaimana tidak Negeri yang berjulukan Serambi Mekkah jangan sampai dikotori oleh oknum – oknun yang tidak beretika,”cetusnya.

Kemudian juga Asril mengatakan,” memang informasi ini belum terbukti, tapi kita selaku Rakyat meminta kepada penegak Hukum agar menyelidiki lebih lanjut agar kasus tersebut Terbongkar.

” Pihak penegak Hukum usut tuntas kasus ini, jangan sampai kepercayaan Rakyat kepada wakil rakyat jadi hilang” tutupnya.***(Tim).

Komentar

Berita Lainnya