oleh

Terkena Banjir, Akses Desa Pulau Jambu Lumpuh. Kades : Harap Pemkab Kampar Berikan Pinjaman Perahu.

-Headline-922 views

Kampar, (cMczone.com) – Tingginya Intensitas Hujan diwilayah sisi hulu membuat debit air di waduk PLTA Koto Panjang meningkat. Meningkatnya Elevasi air di Waduk PLTA Koto Panjang membuat pihak Manajemen PLTA terpaksa harus membuka pintu pelimpahan Spillway pada Sabtu (8/12/2018) sebanyak 5×120 cm. Dibuka pintu Spillway tentunya akan berdampak naiknya air permukaan sungai Kampar dan tentunya beberapa Desa yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) mulai terendam dan terkena dampak banjir.

Teks foto : Salah satu kebun karet warga yang ikut terendam banjir.

Seperti yang menimpa Desa Pulau Jambu Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar-Riau yang lumpuh akibat banjir luapan Sungai Kampar. Warga Desa Pulau Jambu tak dapat berbuat apa-apa dikarenakan akses menuju ke Desa lain putus dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Loading...
Teks foto : akses jalan darat terkena banjir

Kepala Desa Pulau Jambu M. Isya S.Pdi kepada awak media cMczone.com melalui seluler pada Sabtu (8/12/2018) mengatakan,” masyarakat Desa Pulau Jambu tidak bisa keluar dari Desa, karena akses jalan sudah tertutup oleh air dan Rakit penyeberangan juga tidak dapat digunakan karena dikhawatirkan membahayakan warga saat menyeberang, air sungai sangat deras terpaksa rakit tidak bisa berfungsi,”tuturnya.

Untuk jalan darat baik Mobil dan motor terpaksa berhenti, akibat tidak bisa melintasi jalan tersebut. Kalau dipaksakan kendraan akan mati,”ujar Kades.

Selain akses jalan putus, dan kalau mau keluar terpaksa mencari alternatife jalan yang lumayan jauh atau harus berjalan kaki, kemudian masyarakat juga tak dapat beraktiftas dikarenakan kebun warga ikut terendam banjir,”bebernya.

Lebih lanjut dikatakan M. Isya kalau seperti ini tentunya berdampak buruk kepada aktifitas warga, untuk itu kami warga Desa Pulau Jambu berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Kampar melalui Instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Dinas Sosial untuk dapat meminjamkan Perahu agar warga Desa Pulau Jambu dapat beraktiftas keluar baik untuk bekerja dan belanja kebutuhan makanan Pokok,”harap Kades.

Hal serupa juga dikatakan oleh salah satu warga Desa Pulau Jambu, menurutnya banjir yang menimpa Desanya mengakibatkan aktivitas warga lumpu.  Meski demikian menurut warga yang kesehariannya bekerja sebagai petani karet terpaksa tidak bisa melakukan aktivitasnya. Karena kebun mereka ikut terendam banjir.

Mereka berharap banjir secepatnya berlalu jangan sampai merendam rumah mereka seperti banjir sebelum-sebelumnya. Karena saat ini warga masih terus bertahan di kediaman mereka.

Tidak hanya itu dia juga berharap warga selalu waspada terutama yang memiliki anak kecil yang tidak bisa berenang agar mengawasinya dan tidak membiarkannya beraktivitas di luar. Karena jangan sampai menjadi korban banjir tersebut,”tutupnya.***(Asril).

Komentar

Berita Lainnya