oleh

Oknum Perwira TNI Sita kunci Eksapator Penanaman Perdana Shorgum Oleh Gubernur Terancam Gagal.

Bangka Belitung, (cMczone.com) – Penanaman perdana Sorghum dilahan Pemerintah provinsi KepulauanBangka Belitung yang semula dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2019 terancam gagal, pasalnya tiga (3) kunci alat berat milik Pemprov Babel dan HPI Babel yang saat itu sedang bekerja melakukan pendalaman dan pelebaran kolong eks tambang dilahan Islamic Center milik Pemprov Babel disita oleh oknum perwira TNI salah satu institusi di kabupaten Bangka Tengah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Jurnalis Babel, Lahan Islam Center Pemprov Babel tersebut yang telah rusak akibat penambangan ilegal akan ditanam dan budaya tanaman Sorghum yang direncanakan pada tanggal 15 pebruari 2019 ini Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melakukan penanaman perdana sorghum dilokasi tersebut

Diketahui, Pemprov Babel telah menggandeng organisasi pers Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel untuk menyukseskan program gerakan tanam dan budidaya tanaman sorghum dibeberapa lahan milik Pemprov yang telah rusak akibat penambangan ilegal, salah satunya di lahan Islamic Center Parit Enam, dalam hal tersebut HPI Babel diberikan kepercayaan oleh Pemprov Babel untuk melakukan rehabilitasi dan restorasi dilahan tersebut mengandeng mitra/pengusaha.

Sebelumnya, HPI Babel dan mitra Pemprov Babel sudah melakukan pekerjaan pemerataan dan penimbunan kolong Eks tambang dilahan Islamic Center seluas 4 hektar dari luas keseluruhan 9 hektar.

” Memang benar saat itu kita diintruksikan oleh Pemprov Babel melakukan pendalaman dan pelebaran kolong bekas tambang untuk dibuat kolong sumber air utk keperluan penyiraman tanaman sorghum dan keperluan lainnya ,” ujar Rikky Fermana Ketua HPI Babel saat dihubungi oleh Jurnalis Babel, Rabu (13/2/2019).

Sementara itu, Deddy Hartady Koordinator tim Sorghum Babel yang ditunjuk oleh Pemprov Babel yang mengkoordinir proyek gerakan tanam dan budidaya tanaman sorghum Babel serta penanaman perdana di lahan Islamic Center Parit Enam milik Pemprov Babel, membenarkan bahwa kunci alat berat PC mitra HPI Babel disita oleh oknum perwira TNI.

” saya tidak tahu apa alasan mereka menyita atau melarang kita melakukan pendalaman dan pelebaran kolong bekas tambang, dan HPI Babel bekerja disitu atas instruksi Gubernur Babel, padahal itu lahannya milik Pemprov Babel kenapa bersikap arogansi seperti itu,” kata Deddy Hartady.

Sementara itu, saat jurnalis Babel menghubungi salah satu pejabat Korem 045 gaya, Letkol Inf Uchi Tambayong Kasrem 045 Gaya untuk mengkonfirmasi terkait penyitaan 3 (tiga) kunci alat berat eksavator, melalui pesan singkat WhatsApp ” silahkan ke Kasi Ops saja”.

Komentar

Berita Lainnya