oleh

Kodam IV Siap Dukung Indonesia Bebas TBC Tahun 2028

cMczone.com – Kodam IV/Diponegoro siap mendukung Indonesia Bebas TBC Tahun 2028. Langkah-langkah kongkrit sudah dilakukan diantaranya screening bag pengidap TBC dan menindaklanjutinya dengan memberikan pengobatan di Rumah Sakit TNI maupun Rumah Sakit rujukan dari Tim/Dinas Kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., saat melaksanakan teleconference dengan Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kementrian terkait dalam peringatan Hari TBC sedunia dan pencanangan Indonesia Bebas TBC Tahun 2028, yang berlangsung di Mako Yonif Raider 400/BR, Srondol (27/3).

Lebih lanjut dijelaskan, dalam menangani penyakit TBC khususnya bagi prajurit dan PNS beserta keluarganya, Kodam IV selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan yang ada di Propinsi, Kabupaten maupun Kota.

Sementara itu, Kakesdam IV/Diponegoro Kol Ckm dr. Rahmat Saptono menambahkan dari hasil kegiatan edukasi dan screening kepada 10.134 orang baik prajurit maupun keluarga yang diselenggarakan 23 Pebruari hingga 25 Maret 2019, terdapat 27 orang yang diindikasikan mengidap TB. Dari jumlah tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit sebanyak 15 orang dinyatakan positif terjangkit TBD dan harus dilakukan pengobatan sampai tuntas.

Menurut Kol Ckm dr. Rahmat Saptono tindak lanjut dari screening tidak boleh berhenti sampai disini saja, namun harus dilakukan untuk mencapai Indonesia Bebas TBC 2028. Dirinya bersama jajaranya bertekad bahwa seluruh prajurit, PNS beserta keluarga Kodam IV/Diponegoro akan discreening sampai tuntas, ban apabila positif TBC akan segera ditindaklanjutinya.

“Kami berusaha di Rumah Sakit TNI AD melaksanakan tata laksanaka TBC dengan benar sesuai dengan protap-protap dari Kesehatan. Dan Pangdam IV telah memberikan dukungan penuh pada Indonesia Bebas TBC”, imbuhnya.

Pada kesempatan ini Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) melalui teleconference mengatakan TBC sangat mudah penularannya, sehingga harus segera diobati. Untuk melaksanakan program Indonesia bebas TBC maka dibutuhkan kerjasama dari berbagai komponen masyarakat.

“Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan. Tidak banyak yang tahu bahwa setiap harinya di Indonesia banyak orang meninggal dunia akibat penyakit TBC”, ungkapnya.

Penyakit ini disebabkan oleh berbagai strain mikobakteria, umumnya Mycobacterium Tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru, namun juga bisa berdampak pada bagian tubuh lainnya. Bakteri TB menyebar melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau saat membuang ludah.

Turut mendampingi kegiatan teleconference Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa. S.E., M.M., dan para pejabat jajaran Kodam IV/Diponegoro serta pejabat dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah dan Kota Semarang.

Komentar

Berita Lainnya