oleh

Penuh Misteri, Wabup Ferizal Ridwan Pantau Pencarian Warga Hilang

LIMAPULUH KOTA, – Dugaan hilangnya seorang warga riau di kelok sembilan (9), diketahui bernama Amreh Santoso (37) masih meninggalkan penuh misteri di kawasan kelok sembilan Jorong Ulu Aia, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat, Senin (25/3/2019) lalu.

Kabar tersebut juga terdengar Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan dan bergegas menuju lokasi kejadian dan melakukan pemantauan pencarian dilakukan pihak basarnas di Kelok Sembilan Kabupaten Limapuluh Kota pada Selasa (26/3/2019) pagi.

“Kita turut prihatin dengan peristiwa orang hilang yang merupakan warga dari daerah tetangga kita sendiri di Provinsi Riau, selain itu kita juga memberikan apresiasi yang besar, kepada setiap unsur yang terlibat dalam operasi pencarian yang dilakukan oleh pihak Basarnas Pos SAR Limapuluh Kota,” terangnya.

Sementara itu, pihak BASARNAS Koordinator Pos Robi Saputra, SE melalui koordinator Lapangan, Riko Pradinata menyambut baik kunjungan orang nomor dua di Kabupaten Limapuluh Kota itu.

“Kita mengucapkan terimakasih dan menyambut baik kedatangan Wakil Bupati Limapuluh kota, untuk memberikan motivasi tersendiri bagi para tim pencarian, diantaranya Basarnas, TNI/Polri, pejabat kecamatan serta nagari dan unsur lainnya,” papar Riko.

Riko juga menambahkan, pada hari ke dua pencarian, sesuai dengan SOP, yakni penyisiran pada area Lima Kilometer dari lokasi korban hilang, serta juga dilakukan upaya penyelaman Batang Sanipan dan menyusuri jalan setapak hingga ke dinding Bukit disamping jalan kelok 9.

”Upaya pencarian Amreh sedikit menemui titik terang, kemarin sore tim gabungan menemukan sepasang sandal yang merupakan sandal yang digunakan Amreh sebelum diduga hilang. Namun demikian, kawan – kawan Basarnas tetap melakukan upaya penyelaman di aliran Batang Sungai Sanipan, namun belum menemukan tanda – tanda keberadaan Amreh . Selain itu tim juga telah menyisiri jalan setapak, rimba disekitar lokasi kelok 9,” sambungnya.

Selain dilakukan oleh BASARNAS, operasi itu juga melibatkan TNI/Polri, pihak kecamatan, Pemerintah Nagari, Puskesmas Pembantu Ulu Aie, serta sejumlah relawan yang terdiri dari Kelompok Siaga Bencana, Bukittinggi Rescue Team (*/Red)
·

Komentar

Berita Lainnya