oleh

Biografi Muhammad Rezki | Alumni UIR Menuju Panggung Politik

PEKANBARU, – Bursa Pemilu Legislatif (Pileg 2019) membuka peluang bagi politisi generasi milenial untuk bertarung di pemilu serentak pemilihan presiden, pemilihan anggota legislatif, anggota DPR dari tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi dan tingkat pusat, serta pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Rabu 17 April 2019.

Salah satunya Muhammad Rezki generasi muda kelahiran Kota Pekanbaru telah masuk ke Bursa Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Pekanbaru, Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kec. Marpoyan Damai & Kec. Bukit Raya, No. Urut 8 melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

BIODATA
Nama : Muhammad Rezki
TTL : Pekanbaru, 17 Februari 1992
Agama : Islam
Alamat : Jalan Penerbangan Gg. Rahmat Kec Marpoyan Damai
Orang Tua : Ir. Zulkifli Ms
Trigustuti (Almh)
Profesi : Wiraswasta

Berikut Biografi Muhammad Rezki sebagai berikut ;

BIOGRAFI
Muhammad Rezki dilahirkan di Kecamatan Marpoyan Damai, Kel. Simpang Tiga, Kota Pekanbaru pada 17 Februari 1992. Semasa hidup ia didik oleh seorang ayah bernama Ir. Zulkifli, MS dan ibu bernama Trigustuti yang tidak pernah lelah mengajarkan untuk jujur dan mandiri.

Mengecam pendidikan dasar di SDN 038 Kota Pekanbaru, dan melanjutkan ke sekolah SMPN 8 serta menikmati bangku pendidikan menengah di SMAN 4 Pekanbaru.

REZKI ADALAH ALUMNI UNIVERSITAS ISLAM RIAU

Setelah menuntaskan Pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Perminyakan, Universitas Islam Riau, Kota Pekanbaru.

Pria yang biasa disapa Rizki, memantapkan langkah terjun ke dunia politik tidak lain berupaya sebagai generasi penerus bangsa. selaku alumni Universitas Islam Riau ia mendapatkan pengalaman semasa menimba ilmu pendidikan di Fakultas Teknik Perminyakan dan ia merasa terpanggil untuk mengabdikan diri serta berjuang. tidak bisa di pungkiri masa ke masa mahasiswa harus mampu mengawal jalan nya roda pemerintahan dan ikut berperan aktif menciptakan momentum untuk suatu perubahan bangsa yang lebih baik.

Hal itu membuat ia harus berani menuju panggung politik di usia muda demi suatu gebrakan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat terutama di dunia pendidikan sampai ke Gedung Perlemen.

TERJUN KE DUNIA POLITIK

Berbekal didikan orang tua, pengalaman dan motivasi tinggi.  tidak ada sedikit pun keraguan di benak Muhammad Rezki di usia 27 Tahun berkiprah ke panggung politik, pada 17 April 2019 mendatang.

“Sudah seharusnya generasi muda sadar, bahwa panggung politik diusia terbaik 25 tahun, sudah sepantasnya kebijakan – kebijakan itu di pegang generasi muda dalam mewujudkan pemerintahan ke arah lebih baik, ungkap Rezki.

BERBUAT DEMI RAKYAT

Buah kasih ibunda, Trigustuti (Almh) memang sangat pantas diacungin jempol. pasalnya, selain mampu menjadi pribadi “Berani” berbuat tanpa meski banyak bicara, Muhammad Rezki juga diajarkan agar saling menghormati dan mengagomi.

” Politik itu salah satu cara berbuat baik demi rakyat, dengan rasa tulus berbakti dan jujur mengabdi, ujar Rezki.

Defenisi berbuat baik dijelaskan Muhammad Rezki tidak pula harus memberi uang. tapi dapat melalui fikiran dan rasa sebuah kepedulian melalui kegiatan masyarakat seperti iksomat ataupun hajatan suka/duka lainnya.

KESEDERHANAAN DAN DISIPLIN

Semasa di bangku sekolah menengah, Muhammad Rezki telah terbiasa berinterakai mengenai dunia politik. Hal itu ia dapati dari sang ayah saat masih menjabat sebagai Anggota DPRD Rohil – Rohul, Provinsi Riau.

Dirinya selalu menemani langkah sang ayah turun ke masyarakat bersosialisasi dan menampung aspirasi, sampai akhirnya Rizki berencana menduduki gedung parlemen.

Kehidupan di nikmati seperti air mengalir, penuh kesederhanaan sejalan dengan kedisiplinan.

“Saya hidup dari keluarga sangat mementingkan pendidikan, sudah jadi tradisi harus selalu disiplin dan konsisten kegiatan apapun, jelas Rizki.

Semua berjalan semestinya tanpa rasa canggung seperti filosofi air mengalir,” cetus pria lulusan Universitas Islam Riau (UIR), Fakultas Teknik Perminyakan.

LATAR BELAKANG POLITIK

Berbekal pengalaman dan didikan sang ayah Ir. Zulkifli, MS, selaku Mantan Anggota DPRD Provinsi Riau Periode 2004-2009, dan tercatat sejarah sebagai Mantan Pimpinan Dekan paling termuda di Kopertis X ( Sumbar, Riau dan Jambi) saat berusia 34 tahun di Fakultas Pertanian, Universitas Islam Riau (UIR), Kota Pekanbaru.

Pembawaan dingin sang Ayah selalu mengajarkan sikap tulus, tegas dan ikhlas untuk bersuara demi kepentingan rakyat, itulah membuat Muhammad Rezki memantapkan langkah ke politik merenggut kursi di DPRD Kota Pekanbaru.

Dukungan dan dorongan Orang tua, keluarga, sahabat, teman, komunitas, rekan-rekan, tim, relawan dan pendukung “Sahabat Rizki” dinominasikan para generasi milenial bersinergi dengan semangat muda, krearif Inovatif, demi cita-cita untuk suatu gerakan besar !

Generasi muda akan selalu menjadi People make history (orang yang membuat sejarah) pada setiap waktunya.

JUJUR DAN MENGABDI

Ketegasan Muhammad Rezki, berpolitik dan pengabdian telah menuntun lahirnya sikap ikhlas berbakti bagi masyarakat membangun kemajuan daerah sendiri terutama Kota Pekanbaru.

Jelas, semua itu tidak sebatas cerita belaka tentu harus ada peran generasi muda kuat membangun bangsa, memiliki kepribadian tinggi, berjiwa saing serta semangat nasionalisme.

Maka dibutuhkan peran generasi muda di ruang politik, sebagai pencetus perubahan untuk suatu kualitas politik dan demokrasi Indonesia ke arah lebih baik.

DIDIKAN DARI KELUARGA

Ditempa dari keluarga sangat mementingkan pendidikan, ketat dan kedisiplinan, Muhammad Rezki menghabiskan masa kecil di bangku sekolah SDN 038, SMPN 8 dan SMAN 4 di Kota Pekanbaru.

Setelah menyelesaikan Jenjang Pendidikan Formal di Fakultas Teknik Perminyakan, Universitas Islam Riau (UIR), Muhammad Rezki berkiprah ke panggung politik.

” Saya percaya bahwa energi jiwa muda dan generasi milenial, memberikan harapan bahwa generasi muda menang di Pemilu legislatif, ujar Rezki.

Mari berkolaborasi Generasi millenial, Kreatif, dan Inovatif

Ayo dukung dan bergabung menjadi Generasi Millenial  #SahabatRezki

 

Penulis : Habiburrahman

Sumber : Muhammad Rezki

Kategori : Tokoh / Sosial /Politik

 

Komentar

Berita Lainnya