oleh

Jembatan Gantung Penghubung Desa Ganting Dengan Ganting Damai Dikeluhkan Masyarakat.

Salo, (cMczone.com) – Warga Desa Ganting Kecamatan Salo Kabupaten Kampar -Riau, mengeluhkan kondisi jembatan gantung yang saat ini cukup memprihatinkan.

Meski bukan akses jalan utama namun jembatan gantung tersebut merupakan akses terdekat penghubung antara Desa Ganting dan Desa Ganting Damai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Salah seorang masyarakat yang enggan membeberkan namanya kepada awak media melalui seluler pada Kamis (09/05/2019), bahwa ada Jembatan gantung yang berada di Desa Ganting kondisinya sangat memprihatinkan dan sampai saat ini belum ada perbaikan oleh Pemerintah baik tingkat Desa maupun Kabupaten,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa jembatan itu salah satu jalan alternatif masyarakat antara kedua Desa, yaitu Desa Ganting dengan Desa Ganting damai, tetapi tidak di perhatikan oleh pemerintah, dulu berapa tahun yang lalu pernah di perbaiki, tetapi asal asalan aja, dan sekarang belum di renovasi padahal ini membahayakan masyatakat yang melewatinya,” bebernya.

Kami masyarakat disini merasa khawatir melewati jembatan tersebut, untuk itu kami berharap kepada Pemerintah Kampar, agar jembatan penghubung antara kedua Desa ini bisa di perbaiki, karena sudah membahayakan karena sudah banyak masyarakat yang jatuh, bahkan ada yang sampai terpotong jari kakinha akibat jatuh dari jembatan Gantung itu,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Ganting Zubaidah ketika dikonfirmasi melalui handphone mengatakan bahwa kalau masalah jembatan Gantung Bukan tagunggjawab pihak Desa, dan untuk perbaikan tidak bisa memakai anggaran Dana Desa (DD) karena itu gaungnya Pemerintah Kabupaten, dan kami pihak Desa sudah pernah mengajukan namun sampai sekarang belum di perbaiki, terang Zubaidah.

Untuk keseimbangan berita supaya jangan jadi fitnah dan melanggar kode etik jurnalistik, secara undang-undang pers nomor 40 tahun 1999, awak media mencoba konfirmasi kepala dinas PUPR Afdal, lewat via WhatsApp namun tidak di balasnya, di telpon tidak di angkatnya, sampai berita ini di terbaitkan dinas terkait belum dapat dikonfirmasi.*

Laporan : Sanusi.
Editor : Asril.

Komentar

Berita Lainnya