oleh

Viral | Faktor Biaya RS Kasih Ibu Saba Lantarkan Perawatan Terhadap Wartawan

BALI – Wartawan dari media Beritafajartimur.com, Donatus Minches Peso Parera (Donny Parera) mengaku kesakitan setelah menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Saba, Gianyar, Rabu (8/5/2019) malam, karena pemberian obat dihentikan oleh pihak rumah sakit.

Selaku pihak keluarga, Maria Christina Dwi Cahyani mengatakan alasan penghentian obat oleh pihak rumah sakit, karena keluarganya kesulitan membiayai tagihan pengobatan ayahnya tersebut.

“Ketika awal masuk rumah sakit pada Rabu (8/5/2019) malam, kami diberi tahu bahwa nanti biaya operasi dan lainnya, setidaknya berkisar Rp 20 jutaan. Nah, kemudian melonjak jadi Rp 44 juta pada tanggal 10 Mei dan kemarin tanggal 11 Mei angka tagihan sudah mencapai Rp 45 juta lebih. Kami hanya bisa menyediakan Rp 9 juta sebagai uang muka,” kata Maria, ketika memberitahukan problematika yang membelit pengobatan ayahya, Minggu (12/5/2019) pagi.

Tanpa dapat menyembunyikan kesedihan, Maria kemudian mengatakan kalau ia dan keluarga sudah mengupayakan untuk memindahkan ayahnya ke Rumah Sakit Wangaya, Denpasar, agar biayanya lebih terjangkau. Namun, peraturan rumah sakit mengharuskan keluarga pasien mesti lebih dulu melunasi pembayaran tagihan, baru boleh meninggalkan RSKI.

“Kami tidak tahu lagi, kemana harus mengupayakan pembayaran sisa tagihan. Sedang kalau dirawat di RSKI terus, kami takut pembayaran nanti makin banyak. Sekarang kami tidak tega mendengar keluhan papa, katanya bekas operasinya terasa sakit, karena memang sejak kemarin (Sabtu) sore, obat tertentu sudah dihentikan pemberiannya pada papa. Termasuk obat antisakit, padahal papa kan baru operasi. Papa jadinya pasrah saja, semoga ada jalan,” ujar Maria seraya menahan air mata.

Plt Ketua Ikatan Media Online (IMO) Indonesia wilayah Bali, Tri Vivi Suryani mengatakan hingga kini pihaknya masih mengupayakan jalan terbaik untuk dapat memindahkan Donny Parera dari RSKI ke RS Wangaya.

“Kami tengah melakukan penggalian dana, untuk membayar tagihan atas nama rekan Donny Parera. Sungguh menyedihkan, pihak rumah sakit sama sekali tidak mau memberi kebijakan agar pasien diizinkan pindah tempat berobat sebelum melunasi tagihan. Kami sudah menghubungi manajemen dan meminta kebijakan agar pasien bisa pindah. Sisa tagihan akan dibayarkan maksimalm 2 minggu, karena kami tengah melakukan penggalian dana,” kata Vivi.

Ia melanjutkan, penggalian dilakukan dengan ‘door to door’ kepada tokoh atau organisasi tertentu. Seperti Flobamora, adalah satu organisasi yang telah menyatakan kesediaan untuk membantu berdonasi kemanusiaan untuk Donny Parera.

“Intinya kami tidak akan berhenti berjuang untuk kesembuhan bagi saudara kami Donny Parera,” tegas Vivi.

Ketika awak media mencoba menghubungi Ni Wayan Kariati selaku Manager on Duty RSKI untuk meminta konfirmasi, ternyata gagal berkomunikasi dengan yang bersangkutan. Berkali-kali ditelpon, namun tidak diangkat.

Sementara itu, kronologis kejadian kecelakaan lalu lintas bermula ketika Donny Parera yang dibonceng rekan sesama wartawan Vidi Simanjuntak, mengalami musibah di wilayah By Pass Masceti, Gianyar, pada Rabu (8/5/2019) sore. Mereka mengalami kecelakaan, setelah sepeda motor yang dikendarai kedua wartawan itu menabrak seekor anjing.

Setelah insiden kecelakaan itu, keduanya ditolong warga dan dilarikan ke RSKI. Vidi mengalami sejumlah luka dan memar, namun tidak menjalani rawat inap di RSKI. Sementara, kondisi Donny sempat tidak sadarkan diri dan setelah menjalani sejumlah pemeriksaan medis, akhirnya diketahui kalau ginjalnya mengalami luka akibat benturan kecelakaan lalu lintas sehingga harus dioperasi.*

Komentar

Berita Lainnya