oleh

Di Duga Seorang WNA Resahkan Warga Rupat Bengkalis-Riau

Rupat,(cMczone.com) – Jangan karena orang kebal hukum warga jadi ketakutan di Kel.Tanjung kapal, kampung Delik sekitarnya. Pada Kamis (5/9/2019), pkl 14’52 WIB, informasi Melalui melalui telpon bahwa Ormas Pekat IB Rupat dan salah satu wartawan dalam perjuangan di tengah kegaduhan warga resah atas perbuatan semena mena pihak Asing disebut namanya Cua (WNA) yang di gemparkan melakukan tindakan pelanggaran Hak Azasi manusia pada Sabtu Pkl.16. (31/8/2019) mengali kanal dan memotng badan jalan wargq kampung Delik Kel.Tj.Kapal Kec.Rupat, dan mematikan tanaman karet secara sengaja hingga dapat informasi pohon karet di benam dalam tanah galian kanal itu.

Ketua pekat IB DPK Rupat Herman ,menyebutkan ” kita tidak segan segan kepada pihak yang mengintimidasi kita atau wartawan yang lahir dari darah pejuang dan pembela tanah air kusus di Pulau Rupat,waga di Pulau Rupat adalah WNI yang berkedududukan asli Bukan menumpang di negeri orang, apabila ada terintimidasi atau ancaman mati kita sudah tau siapa bakal pemicunya, dan kita tidak buta, jangan kami di adu domba oleh kita kita sebangsa dan setanah air, gara gara satu orang WNA yang merajalela kekuasaan di Rupat” paparnya.

Loading...

Ketua Pekat IB (Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu) DPD Dumai “Datuk Maulana” menyampaikan, Kami akan siagakan Sejumlah Warga kita di Dumai, baik Mahasiswa, Rekan media, Ormas dan lainnya apabila ada pihak yang menakuti, mengintimidasi Infokom DPK Pekat IB Rupat dan sebagai wartawan, akan di habisi akibat Bangsa Asing yang katanya tidak dipihaki atau tidak dibela bela , tapi sudah berapa lama warga di resahkan akan kekuasaan Seorang Cua mengatas namakan istri bangsa Indonesia sebagai alasan, WNA tersebut yang diduga kebal hukum.

Pimpinan Redaksi Mandau Mandiri Jhoni Anto SH, berulang kali mengatakan, Lewat Hendpon nya bahwa kita akan selesaikan kasus semacam itu bila tidak ditindak pidanakan secara hukum bila ada pelanggaran Hak azasi manusia dan apabila ada warga Rupat yang di nina bobokan, kita segera siaga dan semua rekan netizen kita 70.000 an mendukung perjuangan Wartawan dan Ormas Pekat IB atas kepedulian pada kepentingan umum dan Fublik, serta sejumlah Wahasiswa asal Rupat, Bengkalis dan Riau umumnya telah sepakat akan melakukan aksi jika ada perjalanan sempit yang sulit dan berliku pada perjuangan dalam kebenaran hak marga Rupat yang menimbulkan kezaliman.

Begitu juga “Bung Romi”, selaku Sekjend DPW Pekat IB Riau menyampaikan akan segera menjawab soal Rupat yang sejak lama jadi Polemik yang masih juga merajalela kekuasaan, namun masih tetap berkedudukan benar tanpa kesalahan, tetapi jangan buat warga kita jadi terintimidasi akibat ulah seorang yang di duga WNA yang sulit di sentuh hukum itu, dengan dalil tetap berada di posisi yang benar, nah, apakah pemotongan jalan warga dan pengrusakan tanaman kebun warga itu tanpa musyawarah, itu juga dibenarkan? belum lagi status kekuasaan tentang hak penguasaan lahan serta meminta Pengak Hukum untuk segera memproses persoalan tersebut dan jangan dibiarkan berlarut larut yang pada akhirnya akan menimbulkan gejolak dimasyarakat, “Jika terbukti dia seorang WNA yang telah meresahkan masyarakat Rupat sejak lama, maka Kami akan Usir dia dari Tanah Indonesia”. ” ketika masyarakat sudah berulang kali resah akibat ulah seseorang sebaiknya cepat direspon, ketika masyarakat melakukan hal pembelaan dengan cara mereka, nanti masyarakat yang disalahkan” tambahnya.

Pihak Cua, Zamrudin mengakui adanya kejadian ketika di ruang kantor lurah Selaku pimpinan(Sag) di akui Zamrudin akan memakan Seorang wartawan yang di tudingnya ada menyentuhkan nama nya sebagai dugaan pembek Up, dan kami sama Cua saat itu di suruh keluar sebentar, kami di warung sebelah mendengar Wartawan(Z) di amuk terus dan tegang sepanas panasnya sepertinya akan di hajar, entah di apain ungkapnya kepada awak media ketika di konfirmasi Rabu pkl. 17, wib. lewat Telpon.
Sekaligus menyampaikan bahwa beko Cua itu dari malaysia, pada hal di beli di Pekan Baru, dan bayar pajak serta ada buktinya katanya,**

Komentar

Berita Lainnya