oleh

Waspada Bahaya Kabut Asap, Berikut 7 Ulasan Yang Perlu Diwaspadai Bagi Kesehatan ?

-Kesehatan-103 views

Kampar, (cMczone.com) – Belakangan ini wilayah Provinsi Riau khususnya Kabupaten Kampar diselimuti oleh Kabut asab akibat terjadinya Karlutha.

Berbagai dampak mulai dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Kampar, seperti yang disampaikan oleh Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, menyebut bahwa 1.670 Warga Kabupaten mulai diserang Inpeksi Saluran Pernafasan (ISPA).

Loading...

Untuk mengetahui berbagai macam dampak buruk bencana kabut asap bagi kesehatan kita, Yuk simak ulasan dari Alodokter.com

1. Susah bernapas dan kerusakan paru-paru
Tingginya konsentrasi asap di udara akan membuat kita sulit bernapas dan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru. Hal ini terutama menimpa mereka yang banyak beraktivitas di ruangan terbuka. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup kabut asap ini dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kematian akibat penyakit paru-paru seperti infeksi paru-paru terutama pada anak-anak, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru-paru.

2.Batuk dan iritasi tenggorokan
Saat terkena paparan asap, seseorang dapat mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Umumnya keluhan ini berlangsung selama beberapa jam. Namun, efeknya bagi sistem pernapasan manusia bisa berlangsung lama walau gejala sudah menghilang.

3.Memperburuk gejala penyakit paru-paru
Penyakit asma dan PPOK berisiko menjadi semakin parah jika menghirup kabut asap. Penelitian di Thailand menunjukkan bahwa pada musim kabut asap, jumlah kunjungan di unit gawat darurat terkait kambuhnya gejala penyakit asma dan PPOK turut meningkat. Hal ini dikarenakan zat yang terkandung dalam kabut asap bersifat iritatif dan dapat membuat paru-paru meradang.

4.Berdampak kepada fungsi jantung
Partikel-partikel yang ada dalam kabut asap berisiko menginfiltrasi aliran darah manusia sehingga dapat berakibat buruk bagi jantung. Hal ini terjadi karena partikel dalam kabut asap biasanya sangat kecil, yaitu kurang dari 10 mikrometer. Makin kecil ukuran partikel, maka makin besar risiko yang bisa ditimbulkan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa paparan kabut asap dalam jangka panjang berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah. Hal ini diduga berkaitan dengan proses peradangan yang muncul karena paparan partikel di dalam kabut asap.

5.Buruk untuk mata
Efek buruk kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, akibat debu dan zat iritatif di dalam kabut asap. Untuk itu, sediakan obat tetes mata dan jangan lupa gunakan kacamata jika bepergian ke luar rumah.

6.Berisiko terkena kanker paru-paru
Apabila seseorang terpapar kabut asap dalam jangka panjang, maka orang tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker paru-paru, sekalipun dia bukan perokok. Karena, kabut asap mengandung banyak partikel penyebab kanker (karsinogen).

7.Dampak pada kulit
Tak hanya menimbukan gangguan pada organ dalam, seperti saluran pernapasan dan jantung, polusi udara dan kabut asap juga dapat merusak kulit. Kabut asap dapat merusak kulit dengan cara menimbulkan iritasi dan peradangan pada jaringan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa kabut asap dapat meningkatkan risiko penuaan dini kulit, jerawat, kanker kulit, dan memberatnya gejala eksim dan psoriasis

Untuk itu pencegahan sejak dini dapat dilakukan, guna mengurangi resiko gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pencegahan pertama, upayakan mengurangi aktivitas dan kegiatan sehari-hari di luar rumah. Kedua, jika keadaan darurat mengharuskan untuk berpergian, gunakan selalu masker. Ketiga, segera mendapat penanganan medis, bila dirasa kondisi tubuh mulai sulit bernapas dan mengalami gangguan kesehatan lain. Keempat, konsumsi air putih dan serta buah mampu menjaga kekebalan sistem imunitas dalam tubuh. Yuk! Jaga kesehatan dari bahaya kabut asap.

Komentar

Berita Lainnya