oleh

Kabut Asap Orang Kaya Menyelimuti Provinsi Riau , Siapa Yang Bertanggungjawab ……….????

Pekanbaru( cMczone.com ) Kabut asap yang melanda Riau hampir dua bulan ini menyengsarakan masyarakat hingga anak sekolah menjadi sasaran.

Pasalnya, semenjak bencana asap buatan oknum pengusaha di Riau itu membuat masyarakat mengalami sakit hingga proses belajar anak sekolah terkendala, setelah pemerintah melalui dinas pendidikan meliburkan sekolah sebanyak 4 kali berturut-turut. Hal itu diketahui setelah pihak dinas pendidikan kota Pekanbaru meliburkan siswa untuk ke empat kalinya, Senin (23/09/2019) hingga beberapa hari kedepan.

Menurut keterangan Salahsatu orang tua siswa ibu Josua, yang dikonfirmasi awak media terkait diperpanjang liburnya anak sekolah, mengatakan, “ami sangat kecewa, namun dengan keterpaksaan kami harus menerima kenyataan ini. Kebijakan pihak dinas pendidikan sudah sangat tepat demi menjaga keselamatan dan kesehatan anak kami yang sedang belajar di sekolah.

“Kami menghargai kebijakan dinas pendidikan Kota Pekanbaru itu untuk menjaga keselamatan anak kami”

Akibat asap ini, selain anak kami tidak bisa sekolah, juga, mengalami sakit seperti Pileg, batuk dan demam (satu keluarga). Kata ibu 5 anak itu.

Ketika ditanya penyebab terjadinya bencana asap selama ini? Ibu Josua menjawab, “Asap ini bukan bencana alam yang tak terduga, tapi asap ini terjadi akibat ulah oknum pengusaha yang diduga sengaja membakar untuk mempermudah pengolahan perkebunan”

Selain itu, tambah Ibu 5 anak itu, selama ini minimnya penegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan di Riau. Bahkan ada pula oknum tertentu yang memanfaatkan bencana buatan itu sebagai alat politik.

“Kita sama-sama tahu lah kalau para ELIT politik berbicara di atas meja untuk menggoreng asap di Riau. Sebab memang begitulah budaya oknum politikus kita, apapun masalah selalu di goreng-goreng untuk mencari popularitas. Sementara solusi nihil” Jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan aktivis Riau B. Anas mengatakan, asap di Riau bukan bencana alam tapi akibat ulah oknum pengusaha yang sengaja membakar lahan.

“Maraknya pembakaran lahan selama ini akibat minimnya penerapan hukum terhadap kucong pelaku oknum usaha, sehingga seenaknya membakar lahan” Kata Anas saat di jumpai di Pengadilan Negeri Pekanbaru, (23/09/2019) pagi.

Parahnya lagi, setelah para oknum ini membakar lahan dijadikan sebagai bencana alam. Artinya lempar tanggungjawab ke pemerintah.

Akibat perbuatan oknum pengusaha pembakar lahan tersebut negara dirugikan. Kemudian, dalam misi memadamkan apipun ada yang di untungkan diatas penderitaan masyarakat Riau.

Diharapkan kepada Presiden RI sebagai panglima hukum di Indonesia untuk memerintahkan para pembantunya di satuan penegakkan hukum untuk segera menindak oknum pembakar lahan selama ini tanpa pandangbulu.

Selanjutnya, kepada para elit politik, tolong jangan asal bicara di media tapi tindakan nyata untuk menanggulangi bencana buatan itu sendiri.

Sekjen LSM Komunitas Pemberantas Korupsi ini, mengajak seluruh elemen masyarakat (Lembaga Non Pemerintah/Ormas, Mahasiswa dan masyarakat umum lainnya) untuk segera mendesak pemerintah dan penegak hukum menuntaskan masalah ini.

“Mari bersama-sama mengambil bagian untuk menanggulangi bencana buatan yang di sebabkan oleh ulah oknum pengusaha yang tidak bertanggung jawab selama ini” Imbuh Anas (Tim/Red)

Komentar

Berita Lainnya