oleh

Penumpang Bus NPM Asal Agam jadi Korban Perampokan di Rawas Hulu Sumsel

RAWAS HULU, CMCZONE.COM– Seorang penumpang Bus NPM Sumatera Barat dari Jakarta tujuan Padang BA 7599 BU, menjadi korban aksi perampokan di Jalan Lintas Tengah, dekat Tugu perbatasan Desa Remban Kecamatan Rawas Hulu dengan Desa Karang Anyar Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (8/10) sekitar pukul 16.15 WIB.

Akibat aksi perampasan dengan kekerasan menggunakan senjata tajam, yang dilakukan dua orang pelaku tidak dikenal itu, korban Abdul Rahman (31) warga Batu Palano Kecamatan Sungai Puar Kabupaten Agam, harus kehilangan dua unit telepon genggam kesayangnya.

Masing-masing HP merek Samsung dan OPPO, dengan total kerugian sebesar Rp 5 juta dan KTP atas nama isteri korban bernama Safitri (28), yang kebetulan saat itu sedang disimpan dalam sarung telepon genggam milik korban.

Masih untung, dalam peristiwa perampasan dengan kekerasan menggunakan senjata tajam oleh dua pelaku, yang menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam itu, tak sampai melukai korban Abdul Rahman dan seorang penumpang Bus NPM lainya bernama Riko (24) warga Bangko Provinsi Jambi.

Pasalnya usai dirampok dipinggir jalan Lintas Tengah Sumatera di sore hari menjelang petang itu, Abdul Rahman dan Riko sempat terlibat dalam aksi saling kejar-kejaran dan tarik menarik dengan kedua pelaku yang masih berada diatas sepeda motornya.

Dalam aksi kejar-kejaran dan saling tarik menarik ditengah jalan raya yang  sedang sepi dari arus lalu lintas kendaraan bermotor bak dalam film action itu, salah seorang pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengacung-acungkanya kepada korban Abdul Rahman dan Riko.

Korban Abdul Rahman dan Riko yang melihat pelaku menggunakan senjata tajam, akhirnya hanya pasrah saja saat kedua pelaku kabur melaju kencang dengan sepeda motornya dijalan raya, menghilang pergi entah kemana.

Kepada media ini, Abdul Rahman dilokasi kejadian menuturkan awal peristiwa parampokan yang menimpa dirinya itu, bermula saat Bus NPM BA 7599 BU dari Jakarta tujuan Padang yang dikemudikan Nova (45) warga Bukit Tinggi, mengalami mogok mesin dijalan raya.

Mobil Bus NPM berwarna merah kombinasi putih kuning dan hijau dengan tulisan “Ringgik Ameh” dibagian kaca depanya itu, mogok dipinggir jalan raya dekat perbatasan Tugu Desa Remban Kecamatan Rawas Hulu dengan Desa Karang Anyar Kecamatan Muara Rupit akibat mengalami kerusakan mesin, dilokasi yang sepi jauh dari keramaian rumah penduduk.

Korban Abdul Rahman lalu turun dari mobil Bus NPM itu, bermaksud membawa anak laki-lakinya yang berumur 5 tahun untuk buang air kecil dipinggir jalan raya.

Sementara sopir Bus NPM yang mengalami kerusakan mesin itu, Nova dan sopir dua serta kernet bus, berusaha memperbaiki kerusakan mesin mobil dibagian belakang Bus besar beroda enam tersebut.

Namun, disaat korban Abdul Rahman sedang menemani anak laki-lakinya buang air kecil di pinggir jalan dibagian depan Bus NPM itu, tiba-tiba datang dua pelaku menggunakan sepeda motor Honda Revo warna hitam.

Kedua pelaku yang berperawakan sedang berbaju kaos warna gelap itu, langsung merampas dengam paksa 2 unit HP milik korban yang disimpan didalam saku celana Jeans yang dipakai korban.

Abdul Rahman ditemani Riko berusaha melawan kedua pelaku, hingga terjadi perkelahian dijalan raya disaksikan puluhan penumpang Bus NPM lainnya, yang teriak-teriak ketakutan kawatir Abdul Rahman dan Riko terkena senjata tajam milik kedua pelaku perampokan berwajah sangar itu.

Melihat belasan penumpang Bus NPM lainya turun dari atas mobil, dan mungkin kedua pelaku sudah cukup merasa puas  mendapatkan 2 HP hasil kejahatanya, lalu kedua pelaku kabur dengan sepeda motornya kearah jalan yang sepi.

Untunglah tak lama kemudian, datang warga sekitar bernama Nang Rusli yang akrab disapa Mamang, dengan mobil Colt Dieselnya berhenti kepinggir jalan, membantu menemani seluruh penumpang Bus NPM yang mogok dijalan raya yang sepi dan rawan aksi kejahatan jalanan itu.

Sejumlah warga setempat lainya yang baik hati, yang juga bersimpati dengan penumpang Bus NPM yang mengalami kerusakan mesin ditempat yang sepi dengan hutan semak belukar disisi kiri dan kananya itu, lalu mengevakuasi seluruh penumpang Bus NPM ke Masjid Sahilul Muhtadin Desa Remban Kecamatan Rawas Hulu yang berjarak 1 KM dari lokasi kejadian aksi perampokan itu.

Menggunakan mobil Colt diesel milik Mamang dan mobil Mitsubishi Pajero milik warga sekitar yang tak disebutkan namanya yang baik hati itu, lalu seluruh penumpang berhasil selamat tiba di Masjid Sahilul Muhtadin Desa Remban.

Sementara mobil Bus NPM BA 7599 BU yang mengalami kerusakan mesin dan tidak bisa jalan, diderek menggunakan mobil truk milik warga sekitar yang juga bersimpati dengan sopir Bus dan seluruh penumpang lainya yang banyak didominasi kaum perempuan dan anak-anak.

Ketua RT 06 RW 01 Desa Remban Kecamatan Rawas Hulu, Abdul Hamid, yang juga Pengurus Masjid Sahilul Muhtadin Desa Remban dan warga pemilik warung disekitar halaman Masjid, dengan senang hati membantu seluruh penumpang Bus NPM itu untuk bermalam didalam Masjid. Menunggu mobil bus NPM pengganti bus yang rusak tiba dari Padang.

Sebagai pengganti layanan yang baik kepada penumpangnya, malam itu pengemudi Bus NPM Nova dan sopir duanya Hendra serta kernet bus bernama Da Jai, lalu membelikan makan malam berupa nasi bungkus di Restoran Sederhana Muara Rupit untuk layanan yang baik kepada seluruh penumpang bus juga 4 kardus air mineral.

Pada Rabu (9/10) pagi sekitar pukul 06.15 wib, mobil Bus NPM BA 7659 BU pengganti bus yang rusak BA 7599 BU itu tiba dari Padang dan parkir di halaman Masjid Sahilul Muhtadin Desa Remban Kecamatan Rawas Hulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu.

Untuk selanjutnya membawa seluruh penumpang bus beserta barang bawaanya masing-masing, melanjutkan kembali perjalananya kearah Padang melalui jalur Lintas Tengah Sumatera.

Sopit Bus NPM BA 7599 BU yang mengalami kerusakan dijalan raya itu, Nova didampingi sopir dua Hendra mengatakan pihaknya meminta maaf kepada seluruh penumpang bus atas ketidak nyamanan penumpang. Karena bus yang ditumpangi mereka mengalami mogok dijalan raya, akibat kerusakan mesin.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kejadian ini diluar dugaan dan perkiraan kita semua,” kata Nova sambil menyalami tangan penumpang bus yang akan kembali melanjutkan perjalanan ke arah Padang Sumbar.

Sementara korban aksi perampokan Abdul Rahman kepada media ini dan pengemudi Bus NPM itu Nova serta penumpang lainya mengatakan, dirinya sudah ikhlas walau harus kehilangan 2 unit HP kesayangannya yang dijarah perampok dijalan raya yang sepi itu.

Abdul Rahman juga mengatakan, kendati dirinya sudah menjadi korban aksi perampokan dijalan raya itu, dia mengatakan tidak melapor ke petugas Polisi setempat, karena dia harus segera meneruskan perjalananya dengan Bus NPM karena ada urusan pekerjaan penting yang harus diselesaikannya di Kabupaten Agam Sumbar.

“Biarlah peristiwa perampokan ini menjadi pelajaran bagi saya, agar lebih berhati-hati ke depannya,” ujarnya. (ris)

Komentar

Berita Lainnya