oleh

Dinilai Tidak Pro Rakyat, HIMABA Lakukan Aksi Unjuk Rasa Ke Pemkab Kampar

Bangkinang Kota, (cMczone.com) – Sejumlah massa yang mengatas namakan Himpunan Mahasiswa Bangkinang menggelar aksi unjuk rasa terhadap Pemerintah Kabupaten Kampar khususnya terhadap Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar yang dinilai tidak pro rakyat Senin (30/12/2019).

Massa aksi yang berjumlah lebih kurang 30 orang ini, berbondong-bondong mendatangi gedung Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan hewan ini demi menyampaikan aspirasi kerakyatan yang selama ini dikangkangi.

Beberapa hal tuntutan yang disampaikan HIMABA di antaranya yaitu:
1. Menuntut Kepala Dinas Perkebunan agar memberhentikan aksi pembodohan terhadap masyarakat.

2. Menuntut Dinas Perkebunan, pertenakan dan kesehatan hewan agar lebih pro rakyat

3. Menuntut Kepala Dinas Perkebunan, peternakan dan Kesehatan Hewan untuk menertibkan lahan Perkebunan Perusahaan yang berada di zona merah (kawasan hutan)

Baca Juga :   Progres Perbaikan Jembatan Gantung Desa Rumbio Diprediksi Selesai Lebih Awal

4. Menuntut Bupati Kampar agar mencopot Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan dari jabatannya.
Dalam orasinya, Zulfadli sangat menyesalkan atas kebijakan atau solusi dari Kepala Dinas yang tidak mampu menyelesaikan permasalahan zona merah ini.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan bahwa segala bentuk kebijakan terkait penertiban lahan zona merah ini berada di bawah koordinasi Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau.

Terpantau oleh awak media dilapanagan, massa aksi “Long March” dari Dari Kantor Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, menuju Kantor Bupati Kampar, karena menganggap tuntutan mereka tidak dapat terpenuhi oleh Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar pada tuntutan point ke 3 yang berbunyi “Menuntut Kepala Dinas Perkebunan, peternakan dan Kesehatan Hewan untuk menertibkan lahan perkebunan perusahaan yang berada di zona merah (kawasan hutan) “. Dan ketika massa aksi tiba di kawasan kantor bupati, langsung disambut oleh Bupati Kampar yang kebetulan sedang melintas di area massa aksi. Zulfadli, selaku korlap aksi langsung menyampaikan ke empat tuntutan sebelumnya.***(Ravi)

Komentar

Berita Lainnya