oleh

Prawita- GENPPARI Keluarkan Terobosan Wisata Pertanian G-Ponik

Jakarta ( cMczone.com ) Berwisata merupakan hak dasar manusia untuk bisa menikmati keindahan alam sesuai dengan peminatan dan kemampuan masing – masing. Mungkin ada yang minat dengan keindahan alam, seperti pantai, gunung, dan sebagainya. Ada juga yang memiliki peminatan di bidang wisata sejarah, budaya, seni, kuliner dan lain – lain. Secara umum berwisata juga sering diidentikan dengan pengeluaran uang hanya untuk bersenang – senang, padahal tidak semua bentuk wisata seperti itu.

Hal ini terungkap dalam dialog antara Ketua Umum Pegiat Ragam Wisata Nusantara (PRAWITA-GENPPARI) Dede Farhan Aulawi, yang ditemui media pada hari Minggu (2/2). Menurutnya berwisata itu di samping bersifat rekreatif, juga bisa dimodifikasi menjadi bersifat edukatif dan produktif. Dalam hal ini tentu sudah banyak sekali terobosan yang dilakukan oleh organisasi, salah satu bentuk yang terbaru adalah lahirnya konsep Penggerak Ketahanan Pangan Nasional (PAKET PANAS) yang bernama G-Ponik.

Baca Juga :   RSUD Mandau Merayakan HUT Yang Ke-7 Tahun, Kadiskes Bengkalis :Menjamin Warga Tidak Mampu Boleh Menggunakan Jamkesda.

Selanjutnya Dede juga menambahkan bahwa konsep G-ponik pada dasarnya memadukan 3 karakter wisata dalam satu paket, yaitu rekreatif, edukatif dan produktif. Di sebut rekreatif karena didalamnya ada unsur kesenangan yang sesuai dengan peminatan dalam bidang agro, khususnya pertanian beras dan perikanan. Bersifat edukatif karena di dalamnya banyak unsur pendidikan dan pengetahuan dalam tata kelola pertanian dan perikanan yang efisien. Ikan tentu memerlukan makanan dan zat lainnya untuk menghasilkan tenaga, mengganti sel-sel yang rusak, membangun tubuh, dan mendukung perkembangbiakannya. Zat yang dibutuhkan ikan di antaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

“ Misalnya, ikan juga membutuhkan protein dibutuhkan sebagai sumber tenaga dan zat pengatur pertumbuhan, dan juga sumber utama pembentukan tenaga. Dimana besar kebutuhannya dipengaruhi faktor – faktor seperti jenis ikan, ukuran Ikan, umur Ikan, suhu air, keberadaan pakan alami seperti plankton dan zooplankton, serta kandungan energi yang dapat dicerna oleh ikan. Ini semua akan dipelajari lebih detail saat melakukan rekreasi edukatif tersebut “, jelas Dede.

Baca Juga :   Ketua DPRD Riau Sambut Positif Pelatihan Paskibra dan Paskibraka Kota Pekanbaru

Contoh lainnya adalah tingkat kebutuhan mineral yang dibutuhkan oleh ikan yang akan digunakan untuk membentuk jaringan tubuh, membantu proses metabolisme dan mempertahankan keseimbangan osmosis. Adapun fungsi utama mineral tersebut sebagai fungsi struktural (membentuk tulang, sisik dan gigi), pernapasan (pembentukan hemoglobin) dan metabolisme. Pada ikan yang dibudidayakan, pemberian pakan yang tidak seimbang dapat menyebabkan kekurangan mineral, dan akhirnya dapat berakibat pada ikan yang mudah terserang penyakit dan pertumbuhannya terganggu.

Sementara dikatakan produktif, karena konsep G-Ponik dalam Paket Panas-nya GENPPARI adalah memanfaatkan dan mengolah setiap senti lahan tidur dan nganggur, diolah menjadi lahan produktif yang bernilai ekonomis. Di era persaingan yang sangat ketat seperti sekarang ini, terobosan dan kejelian dalam melihat setiap peluang sangat penting. Setiap orang akan diasah keterampilan dan nalar berfikirnya agar memiliki ketajaman instink untuk menguak tabir problematika pangan di masa depan.

Baca Juga :   Di Duga Ilegal Loging, Tak Terhentikan Di Rokan Hilir

“ Kisah pilu beratnya masa depan kebutuhan pangan, tidak bisa diselesaikan hanya dengan meratapi nasib dan mengalirkan air mata belas kasih. Beratnya masa depan harus difikirkan dengan desain holistik dalam merangkai Sistem Arsitektur Pangan Nasional sebagaimana digagas oleh GENPPARI dengan konsep G-ponik nya “, pungkas Dede yang selalu memberi secercah harapan di tengah gelapnya persoalan.

Loading...

Komentar

Berita Lainnya