oleh

13 Aliansi Tuntut Gubernur Provinsi Lampung Cabut Izin PT. LIP

Lampung Selatan,(cMczone.com)
Dari berbagai aliansi atau ormas berbondong bondong datang langsung ke kantor gubernur provinsi Lampung guna untuk tuntut cabut izin PT.lip’ Senin(10/02/2020).

Dalam sebuah orasi ini masyarakat yang di wakili oleh 13 aliansi atau ormas ini menjelaskan, bahwa masyarakat Lampung Selatan menolak keras dengan adanya penambangan di sekitaran gunung anak Krakatau (AGK), karena ini akan berdampak buruk jika tambang pasir ini tetap berlanjut atau di biarkandan juga akan berdampak kepada kami masyarakat yang berada di sekitaran pesisir pantai.

Kami seluruh masyarakat Lampung tidak mau menanggung resiko dari dampak penambangan ini,Karana ini juga bisa mengakibatkan kelongsoran pada dasar laut yang bisa saja terjadi tsunami seperti 2018 silam.
Kami dari berbagai elemen atau lembaga swadaya masyarakat LSM yang ada di Lampung Selatan telah melakukan musyawarah atau mufakat dengan aksi damai 3 atau yang di sebut GERAKAN MASYARAKAT PEDULI GUNUNG ANAK KRAKATAU.

Baca Juga :   DPRD Kepri Sahkan KUA PPAS ABPD 2018

Gubernur provinsi Lampung “Arinal Djunaidi” menjelaskan, jika izin dari PT.lip di cabut hari ini maka saya kwatirkan investasi lain yang di luar Maslah ini akan berdampak dan terganggu,namun secara administrasi PT.lip tidak akan beroperasi lagi sampai kita tunggu tanggal 26 Pebruari 2020,paparnya.

Ketua DPD libas”Ismanto” menjelaskan sanagat sanagat di sayangkan karna dalam kesepakatan tau dalam musyawarah lalu,gerakan ini Herman final,dalam arti orasi ini tidak lagi ada tawar menawar terkait pencabutan izin PT.lip oleh gubernur provinsi Lampung.
Dalam hal ini gubernur “Arinal Djunaidi” seperti tidak membela masyarakatnya sendiri, seolah-olah bertolak belakang dangan apa yang di keluhkan oleh masyarakat Lampung,dan di sini saya merasa kecewa karna dari banyaknya aliansi atau ormas kenapa hanya dua(2) ormas saja yang mewakili mediasi itu, seperti tidak lagi melihat ormas ormas lain dalam orasi ini”tegasy. (Saipul.B)

Komentar

Berita Lainnya