oleh

Heboh Kembali Nusantara: Di Duga Investasi Bodong Galaxynet Asia Tipu Korban Puluhan Milyar

Riau, (cMczone.com) – Diduga kuat investasi bodong bernama galaxynet asia dibawah pimpinan nama samaran (KYR) sebagai perwakilan perusahaan di Indonesia yang juga akui dari beberapa perwakilan nara sumber, perwakilan sumber tersebut tidak lain adalah korban dari investasi yang berpusat di hongkong khususnya breasal dari daerah Riau tersebut.

Sesuai Laporan Polisi melalui kuasa beberapa korban menuturkan kejadian yang di alaminya kepada awak media grup dan lembaga sosial Gemantara Raya dibawah pimpinan tim Rudy S. Setelah perwakilan korban memberikan kuasa penuh pengurusan permasalahan yang mereka alami hingga tuntas sesuai peran dan poksi yang dimilikinya.

Pimpinan tim kuasa membenarkan bahwa benar surat kuasa dari diduga korban investasi tersebut, dan kita telah membentuk tim dan kita sudah bergerak di beberapa titik yang kita rasa tepat untuk investigasi dalam mencari kebenaran peristiwa tersebut. Baik mencoba menelfon pihak yang dianggap bertanggung jawab sesuai penjelasan pihak nasabah galaxynet asia , termasuk konfirmasi piha terkait, dan bahkan telah kita laporkan kepada pihak Kepolisian Republik Indonesia agar segera bergegas mengusut permasalahan ini. Jelas Rudy.

Baca Juga :   Cegah Covid-19, KNPI Kampar Libatkan Damkar

Mereka dalam hal ini diduga para korban menjelaskan secara rinci kepada awak media sesuai laporan kepolisian sebagai berikut: sebelum kami mendaftar dan menyerahkan dana pendaftaran, terlebih dahulu Ibu Jos (samaran) mempertemukan kami dengan seseorang Laki-Laki atas nama KHARISMAN YUDHA RAMANDA yang mengaku sebagai Pounder/Pimpinan Investasi Galaxynet asia dengan nomor Passport B3197687 dan setelah terjadi pertemuan dimaksud, TARMIZI salah satu teman terbujuk atas rayuan oleh para Leader tersebut dan langsung bergabung dengan mengambil paket 1 yaitu PAKET SEPEDA MOTOR N-MAX, MODAL $ 1.500 atau Rp. 22.500.000,-

Profit/Angsuran Rp. 4.200.000/ Bulan, 1 thn N-MAX Lunas + Kembali Modal + 1 Tiket Tour Wisata ke Thailand 4 Hari dan kemudian KHARISMAN YUDHA RAMANDA meminta kepada kami untuk sistem pendaftaran melalui aplikasi perusahaan dan pembayaran profit melalui transfer dari bank dengan nomor rekening perusahaan sebagai berikut:
Bank BCA dengan Nomor Rekening 2850009433.

Atas nama ANDRI WIJAYA;
Bank BCA dengan Nomor Rekening 0605121972. Atas nama SAPAN DHINATA PANGESTU;
Bank BCA dengan Nomor Rekening 2700454811, dan 7680326821. Atas nama HARRY SABIDIN.

Baca Juga :   Terkait Covid-19, KNPI Kampar "Gandeng" Kodim 0313/Kpr

Bahwa setelah teman kami TARMIZI bergabung, Kemudian Kami pulang ke pekanbaru riau dan langsung Mengajak D, D, D, F, dll untuk bergabung dalam bisnis Investasi Galaxynet asia. Dan kami tanpa curiga tergiur langsung join dan bergabung dengan paket yang berbeda-beda sehingga total kerugian keseluruhan mencapai kuarang lebih 3.000.000.000 (tiga miliar) untuk kami yang berempat, tutur salah satu yang diduga korban dengan tidak mau di ekspos namanya tersebut.

Setelah kami join/bergabung dalam investasi galaxynet asia tersebut, KHARISMAN YUDHA RAMANDA selaku pimpinan investasi galaxy net sering ke Pekanbaru dalam rangka membina dan memprospek dengan kami.
Setelah kami bergabung dengan bulan dan tanggal berbeda-beda, di tahun 2019, kemudian janji yang telah dijanjikan oleh para pihak yang mengaku investasi galaxynet asia bahwa pencairan bonus per minggu itu semuanya bohong dan kebohongan itu mulai terjadi pada tanggal 7 Januari 2020.

Pada tanggal 7 Januari 2020 adalah hari pencairan bonus para member terjadi kemacetan, kemudian dari pada itu kami mengkonfirmasi kepada pimpinan perusahaan KHARISMAN YUDHA RAMANDA dan pimpinan investasi galaxynet asia tersebut menjelaskan bahwa “server lagi terjadi masalah dan sedang perbaikan, mohon untuk di tunggu selama 3 minggu” dan setelah tiga minggu kemudian, pada tanggal 3 Februari kembali kami menghubungi pimpinan investasi galaxynet asia untuk mempertanyakan tentang pencairan bonus, namun hal yang mengkagetkan adalah nomor HP yang biasanya di hubungi sudah tidak aktif lagi hingga sampai pada saat ini. Tutur para korban, “tutup sumber

Baca Juga :   PT Mup Grup Langgam Telah Kangkangi UU Tenaga Kerja No 13 , 2003 Tentang Fasilitas Pekerja Dan UU Kapolri No 24 Thn 2007 Tentang Satpam

Hinggt berita ini dilansir oleh media tim belum ada informasi terbaru, menurut awak media bahwa orang yak dimaksud oleh yang diduga korban belum bisa dihubungi, dan bahkan ketika yang bersangkutan dikonfirmasi justru wartawan di blokir. Termasuk menghubung istri pelaku (EC) yang diduga turut berperan dalam investasi galaxynet asia turut memblokir wartawan.

Pimpinan lembaga dan media grup, juga koordinator advokasi yang menerima kuasa juga mengatakan kesiapannya dalam membantu mengungkap kasus ini, mencari keberadaan pelaku dimanapun yang di rasa tempat persembunyian demi memudahkan dan turut membantu pihak kepolisian pastinya. tutup Rudy.

Media tim(red)

Loading...

Komentar

Berita Lainnya