oleh

Pemko Batam Sosialisasikan “Rumah Sakit Khusus Infeksi Virus” Kepada Masyarakat Galang

BATAM, (cmczone.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) mensosialisasikan rencana pembangunan “Rumah Sakit Khusus Infeksi Virus” kepada masyarakat Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sosialisasi digelar di Halaman Kantor Camat Galang, Kamis (5/3/2020) dengan menghadirkan sejumlah perwakilan warga.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya mengatakan, bahwa informasi atas kebijakan pemerintah pusat untuk mengembangkan fasilitas di kawasan eks Camp Vietnam menjadi rumah sakit khusus, yang berlokasi dibekas pengungsian warga Vietnam korban perang ini berada di Kelurahan Sijantung, Galang.

Menurutnya, sosialisasi ini penting supaya tidak ada mis informasi atau salah pemahaman di tengah masyarakat tentang Virus COVID-19. Ia berharap setelah pertemuan tersebut perbedaan pemahaman dapat diluruskan.

Baca Juga :   Bupati Kampar Lantik 130 Pejabat Eselon III dan IV Kampar.

Ia menjelaskan, Galang dipilih oleh pemerintah menjadi alternatif pembangunan rumah sakit khusus ini antara lain, karena aksesbilitasnya baik. Jalan menuju lokasi sudah tersedia, bahkan dalam kondisi baik. Kemudian di lokasi calon rumah sakit juga sudah tersedia sumber air dan listrik.

“Dan rumah sakit ini akan dapat menjadi aset bagi Batam yang nilainya luar biasa. Alat medisnya akan lengkap, tenaga spesialisnya juga akan banyak. Akan dibuat dengan fasilitas 1.000 tempat tidur, 50 di antaranya ruang isolasi. Dan ini adalah kebijakan nasional yang mana keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar akan diutamakan. Jadi diharapkan kita dapat mendukung itu,” kata Amsakar.

Pada kesempatan tersebut, juga dihadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi. Keduanya memaparkan informasi teknis seputar virus corona yang melatar belakangi rencana pembangunan rumah sakit khusus di Galang.

Baca Juga :   Satlantas Polres Kampar Gelar Bakti Sosial, Sumbang Material dan Goro di Masjid

Pemaparan yang disampaikan antara lain, tentang cara penyebarannya, data mengenai tingkat kematian yang disebabkan penyakit ini, hingga cara pencegahan agar tidak tertular penyakit Covid-19 tersebut.

“Corona ini mudah tersebar, seperti penyakit flu. Tapi Penyebaran virus ini melalui droplet (cairan dari saluran pernapasan seperti batuk atau bersin). Droplet ini paling jauh 1,8 meter jatuhnya. Atau mungkin virus berpindah dari droplet yang tak sengaja kita sentuh di tempat umum, misal pegang gagang pintu. Maka kita dianjurkan untuk sering cuci tangan. Jumlah yang meninggal 2 persen, kecil dibanding penyakit lain seperti Sars, Ebola, Flu Babi, Merscov. Dan dari 2 persen yang meninggal itu sebagiannya orang tua dan yang sudah punya penyakit. Sedangkan orang muda dan sehat, angkanya jauh di bawah 1 persen,” papar Didi.

Baca Juga :   TAK MAU KALAH, MUNJIAH PERCANTIK AKSES KELOKASI RTLH KARANG JAMBU

Sementara Tjetjep mengatakan, warga tak perlu terlalu khawatir. Karena pemerintah pastinya tidak akan gegabah. Pembangunan juga akan mempertimbangkan lokasi pengelolaan limbah. Sehingga tidak akan sampai mengganggu kesehatan masyarakat.

“Percayalah kepada pemerintah. Jaminan kesehatan warga Galang juga pemerintah yang akan menanggung, kolaborasi provinsi dan kota,” sebut Tjetjep.

Laporan: Budi Adriansyah/MC Batam 

Loading...

Komentar

Berita Lainnya