oleh

30 Tahun Tanpa Sentuhan, Jalan Nagari Pagadih Sebatas Dagangan Kampanye

“Setiap kali akan Pemilu atau Pilkada, masyarakat di Kenagarian Pagadih selalu diberikan harapan. Janji mereka akan memperbaiki jalan ini jika mereka menang. Tapi ya itu, janji hanya tinggal janji. Tak satupun kepala daerah dan anggota DPRD terpilih yang mau memperjuangkan aspirasi dan keluhan warga kami”.

 MARLIM– Agam

 Keresahan warga dan para pengguna jalan di Kenagarian Pagadih Kecamatan Palupuh Kab. Agam, kian memuncak ketika keluhan mereka atas kondisi jalan tak kunjung mendapat respon pemerintah daerah. Ironisnya, satu-satunya ruas jalan nagari yang menghubungkan Agam dengan Nagari Kapuah Data Koto Tinggi Kab. 50 Kota itu, sudah 30 tahun tak tersentuh pembangunan.

Baca Juga :   Pokdarwis se-Kabupaten Natuna Ikuti Bimtek yang Digelar Dinas Pariwisata Kepri

Wali Nagari Pagadih, Uwar Kari Mudo kepada cmczone.com, Rabu (1/5) mengatakan, jalan tersebut terakhir kali dilakukan pengaspalan yakni pada tahun 1988 silam. Hingga saat ini, belum ada upaya dan respon pemerintah untuk melalukan perbaikan, meski sudah berulang kali dikeluhkan warga.

“Sangat tidak pantas lagi disebut sebagai jalan. Kasihan kita warga yang berkatifitas memanfaatkan jalur ini untuk berbagai keperluan sehari-hari. Bisa dikatakan, ini jalur utama yang juga menghubungkan Agam dengan 50 Kota,” kata Uwar.

Dikatakan, pihaknya sudah sering kali mengajukan permohonan agar jalan itu segera diperbaiki. Namun pada kenyataannya, aspirasi warga tersebut tak kunjung digubris dan mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Bahkan sebut Uwar, kondisi jalan bisa dikatakan sudah menjadi langganan para politisi untuk dijadikan sebagai “dagangan” semasa kampanye berbagai hajatan Pemilu.

Baca Juga :   Kedepankan Trasparasi Dana Bos, Kepsek SMPN 6 Siak Hulu Libatkan Banyak Pihak Dalam Penyusunan RKAS

“Setiap kali akan Pemilu atau Pilkada, masyarakat di Kenagarian Pagadih selalu diberikan harapan. Janji mereka akan memperbaiki jalan ini jika mereka menang. Tapi ya itu, janji hanya tinggal janji. Tak satupun kepala daerah dan anggota DPRD terpilih yang mau memperjuangkan aspirasi dan keluhan warga kami,” katanya.

Mewakili masyarakat Nagari Pagadih, Uwar Kari berharap agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki oleh para pemangku kepentingan di Kab. Agam. Selain jalan utama nagari, jalur itu juga menghubungkan Agam dengan Kota Bukittinggi dan berbatasan langsung dengan Kab. 50 Kota. Segala aktifitas masyarakat seperti petani, pelajar dan lainnya terang Uwar, sangat mengandalkan fasilitas jalan tersebut.

Baca Juga :   Warga Positif Corona Bertambah, Pemprov Sumbar Diminta Tegas Soal Social Distancing

“Tapi kalau kondisinya seperti ini, tentu tidak hanya akan membuat masyarakat menjadi tidak nyaman, namun juga sangat mengancam keselamatan pengendara. Karena selain berlobang, jalan ini juga becek dan licin usai diguyur hujan,” pungkas Uwar Kari.

Tokoh masyarakat Nagari Pagadih di perantauan, Yusman yang ditemui Khazanah terpisah, juga sangat berharap agar jalan tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah, untuk segera dilakukan perbaikan. **

Loading...

Komentar

Berita Lainnya