oleh

SUGER BERGERAK BANTU PEMERINTAH DALAM PENGAWASAN BANSOS COVID19, JIKA ADA YANG BERMAIN, KITA BAWA KE RANAH HUKUM.

Pariaman,(cMczone.com)- Pemerintah Republik Indonesia mengucurkan bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga desa mulai April hingga Juni untuk warga desa yang terdampak wabah Covid-19
Program BLT untuk warga miskin di desa adalah salah satu upaya pemerintah meringankan beban masyarakat akibat wabah Covid-19.
Progam BLT Desa ini sebagai wujud perhatian kepada warga desa yang menderita akibat imbas Corona,

Di sisi lain Corona sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bencana nasional sehingga semua pihak harus menjaga keberhasilan program BLT tersebut. Masyarakat miskin di desa akan mendapatkan BLT sebesar Rp 600 ribu tiap kepala keluarga per bulan selama tiga bulan dari bulan April hingga Juni. Ada sekitar 12 juta keluarga yang akan menerima manfaat dari program ini.

Faisal tanjung bersama tim inspektorat

Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mulai menyalurkan bantuan Jaring Pengamanan Sosial (JPS) untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.
BLT sesuai yang diinformasikan pemerintah ada yang berasal dari APBN (BLT Kemensos dan BLT Dana Desa), APBD Provinsi dan APBD Kota/Kabupaten. BLT disalurkan bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak Covid-19.
Semua daerah yang memasukkan data harus melalui proses verifikasi oleh tim agar tidak ada kekeliruan dalam pemberian bantuan tersebut.

Baca Juga :   YASIN,PPWI, GAMBATTE KEMBALI BERHASIL MENGIRIMKAN 4 CALON SISWA MAGANG JEPANG

” Korlap Nagari Suger Bergerak dan juga selaku Ketua Pemuda Pemudi dan Mahasiswa Nagari (P3M) Faisal Tanjung, SH.I, M.H menganggapi hal demikian bahwa bantuan sosial Covid19 ini sudah adanya penyaluran bansos berupa BLT dari Kemensos, dan nantinya akan diserahkan untuk sipenerima, begitu selanjutnya dengan kebijakan pemerintah pusat hingga daerah dalam mengurangi beban hidup masyarakat yang terdampak di tengah Pendemi Covid19.
Namun dengan adanya Bansos BLT juga perlu kita memantau, mengawasi selaku putra daerah, putra nagari, generasi bangsa agar penyaluran ini tersalurkan efektif dan efesien pada masyrakat kita.
Pengawasan jika ada pungutan liar, segera laporkan ke pihak berwajib dan hal indikasi lainnya yang merugikan masyarakat ditengah wabah ini,”

Baca Juga :   Ditjen PkH Kementan Berikan Pelayanan Terbaik melalui SIMLAB
Relawan suger bergerak

” Faisal menghimbau agar pemerintahan bupati padang pariaman serta camat hingga nagari menanggapi hal ini dengan serius, karena ini merupakan tugas kita bersama dalam kepedulian manusia, kesadaran manusia untuk bersama-sama melawan wabah ini serta memerangi dampak-dampak buruk lainnya yang menimbulkan konflik ditengah masyarakat “.

” Faisal, dalam situasi ini juga mengajak dan mengimbau seluruh pemuda-pemudi dan mahasiswa dari tim Suger Bergerak selain saat ini Suger Bergerak focus pada penyerahan bantuan berupa sembako di tingkat kecamatan dan juga untuk mengawal dan mengawasi penyaluran BLT ini agar masyarakat mendapatkan haknya sebagaimana mestinya.
Kita selaku anak muda, generasi bangsa tidak ingin adanya budaya-budaya kotor ada di nagari kita, di kampung kita, khusus di kabupaten padang pariaman dan kami akan membawa masalah ini ke ranah hukum jika ada oknum oknum yang coba coba bermain untuk bantuan in “. Ungkap pengacara muda dari LBH padang ini.

Baca Juga :   Disela Penyemprotan Cairan Disinfectant, Ini Pesan Kapolsek Geragai

Kita berharap pandemi Covid-19 ini bisa cepat berlalu, pemerintah dan masyarakat harus tetap komitmen dalam mentaati aturan PSBB dan semoga masyarakat di padang pariaman sumatera barat bisa hidup kembali normal.

Sungai Geringging, Padang Pariaman
21 Mei 2020

Oleh : Faisal tanjung, SH.I, M.H (Korlap Nagari Suger Bergerak)

Loading...

Komentar

Berita Lainnya