oleh

Benny Rhamdani : Saya Akan Sikat Human Trafficking Dan Siapapun Oknum Yang Terlibat

Jakarta,(cMczone.com) – Benny Rhamdani yang merupakan Kepala BP2MI menyampaikan kata sambutan Saat Pelepasan 78 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) beberapa hari yang lalu.

Benny menyampaikan bahwa Negara harus hadir dan tak akan membiarkan para pekerja migran, baik di saat pekerja migran akan berangkat kenegara tujuan maupun disaat pekerja pulang kembali ketanah air.

Banyak persoalan yang dihadapi pekerja migran baik masalah Covid-19 maupun masalah masalah lainnya. “semoga tuhan mencatat dan malaikatpun mencatat, bahwa bagi Saya pekerja Migran Indonesia adalah warga Negara VVIP, apa artinya.? dalam catatan kami pada tahun 2019 pekerja migran telah menyumbangkan Devisa bagi Negara Indonesia sebesar Rp 158.000.000.000.000 (seratus lima puluh delapan triliun rupiah)”.Ucap Benny.

“Saya adalah Penjabat Negara yang menikmati gaji bulanan, fasilitas yang saya dan anak anak saya nikmati merupakan uang dari Rakyat dan juga termasuk dari pekerja Migran Indonesia, sehingga kami adalah pekerja dan pelayan bagi saudara saudara semua. Raja, Tuan di Republik ini adalah Rakyat. maka itu apapun masalah yang dialami oleh pekerja migran merupakan masalah Negara dan Negara harus hadir, Hukum harus bekerja, PMI harus diberikan perlindungan dari ujung rambut sampai ujung kaki dan itu adalah tekat kami, karena hak bekerja adalah hak warga Negara Indonesia dan Negara harus memberikan fasilitas.” ungkap Benny penuh semangat.

Baca Juga :   Upacara Ziarah dan Renungan Suci Kapolres Kep. Selayar, Pimpin Renungan Diatas Pusara Pahlawan

“Dalam catatan Word Bank ada 9 juta Pekerja Migran Indonesia, yang tercacat hanya 3,7 juta PMI, berarti ada 5,7 Juta PMI yang tidak tercatat dalam sistem Negara dan itu bukan merupakan kesalahan PMI tapi sebaliknya PMI adalah korban dari kejahatan para sidikat dan Mafia yang akhirnya memberangkatkan PMI dengan cara tidak resmi yang mengakibatkan terjadinya peristiwa peristiwa eksploitasi, kekerasan, gaji tidak dibayar dan kejahatan lain yang menimpa PMI. Dan Saya katakan bahwa Saya adalah mimpi buruk bagi para Sindikat, perusahaan dan mafia yang mengirimkan para pekerja secara Ilegal. Banyak pihak yang terlibat dalam praktek trafficking, mulai dari oknum Kepala Desa, oknum Pemerintah Daerah yang melakukan manipulasi dokumen, oknum TNI, Oknum Polisi, dan oknum Imigrasi. beber Benny.

Baca Juga :   FORMASI RIAU Rekomendasikan Kapolda Riau Irjen. Agung Jadi Kapolri

“Ketika pertemuan dengan Bapak Presiden di Istana Merdeka’, Saya sampaikan kepada Bapak Presiden untuk memerintahkan saya memimpin BP2MI dan melakukan peperangan dengan para sindikat, mereka adalah oknum oknum yang berada di Kementrian dan Lembaga lembaga tapi sesungguhnya mereka penghianat Merah Putih, penghianat Republik, Penghianat Negara yang hanya mengambil keuntungan dari Rakyat kita Pekerja Migran Indonesia dan melakukan pembiaran. Kita Harus lawan bersama, sampaikan kepada saudara saudara kita, jika ingin menjadi Pekerja Migran maka lakukan melalui proses yang resmi, Presiden menyampaikan kepada saya “SIKAT DAN HARUS SELESAIKAN..SIKAT DAN HARUS TUNTAS”, saya punya kekuatan dan saya tidak pernah takut, peperangan ini akan saya pimpin dan saya memegang tongkat/Panglima peperangan itu dan saya butuh dukungan semua pihak dan rakyat Indonesia. Kabarkan apa yang Bapak/ibu alami selama di luar Negeri, biaya pendidikan dan keberangkatan tidak boleh lagi dibebankan kepada PMI, artinya Negara harus hadir karena hak untuk bekerja adalah hak warga Negara dan Negara harus memberikan fasilitas. Bahkan saya sudah sampaikan juga kepada Pak Erick Tohir ketika ada oknum pegawainya yang bermain di Wisma Atlit dan oknum tersebut sudah diberikan sanksi, tidak boleh ada pungutan pungutan liar kepada PMI” ujar Benny berapi-api.

Baca Juga :   Polresta Pekanbaru Amankan Residivis Curanmor di 12 Tempat.

Sumber : https://yputu.be/cSdlsmmBwjo

 

 

Komentar

Berita Lainnya