oleh

Dianggap Sebagai “Pejuang” 53 Orang dapat Penghargaan, Oom: Jangan Lupa Sejarah !

Tanjungpinang, Kepri (cMczone.com) – Ketua Generasi Muda Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (GM-BP3KR), Basyaruddin Idris (Tok Oom), mengungkapkan kontribusi H. Ansar Ahmad, SE, MM, dalam sejarah perjuangan terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada wartawan, di KKBS, Selasa (22/9/2020).

“Nama Ansar nyaris tidak pernah tersebut dalam setiap momen peringatan lahirnya Provinsi Kepri. Padahal Ansar merupakan salah satu tokoh pemuda Kabupaten Kepri yang sangat getol menyuarakan pembentukan Provinsi Kepri kala itu,” kenang Oom.

Meskipun tidak pernah tersebut dan terdaftar sebagai tokoh BP3KR, kata Oom, Ansar tidak pernah mempersoalkan hal itu. Bagi Ansar, dikenal atau bahkan tidak dikenang tidak ada masalah, terpenting bagaimana membangun Kepri untuk lebih baik dengan menciptakan kemakmuran yang berkeadilan.

Baca Juga :   Pelantikan DPW Riau IKPM Masa Bakti 2019 - 2023, Dilantik Langsung Ketua DPP Rifo Darma Saputra, SH.MH

Oom juga menyinggung perihal pemberian penghargaan terhadap 53 orang penerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kepri (Pemprov) Kepri sebagai pejuang BP3KR.

“Meskipun ada pihak yang masa itu menolak adanya pembentukan Provinsi Kepri. Tapi ya sudah lah, semoga penetapan pemberian penghargaan itu bisa dikaji ulang, agar tidak kontradiktif,” ujar Oom.

Kepada wartawan Oom mengatakan, bahwa BP3KR sudah berganti nama menjadi Badan Pengawas Pembangunan Provinsi Kepri (BP3KR) dan ketuanya Huzrin Hood.

“Dua hari lagi Kepri akan berulang tahun yang ke-18, tepatnya Kamis (24/9/2020). Jangan lupa sejarah, banyak pihak dan tokoh yang terlupakan,” kata Oom.

Seharusnya, lanjut Oom, usulan nama-nama calon penerima penghargaan sebagai pejuang pembentukan Provinsi Kepri melibatkan pengurus BP3KR dari tujuh kabupaten dan kota yang ada di Kepri.

Baca Juga :   Inspektorat Bungkam Terkait Dugaan Pekerjaan Fiktif di Desa Batu Sawar

“Nah jangan bekeputusan atau mengambil kesimpulan sendiri,” tegas Oom.

Oom menduga, karena berseberangan pandangan politik lantas mendiskreditkan pihak tertentu, bahkan dianggap tidak terlibat dalam perjuangan.

“Baru kali ini kami dari GM-BP3KR tidak menerima undangan pelaksanaan hari peringatan pembentukan Provinsi Kepri,” ungkap Oom dengan wajah kecewa.

Sementara itu, Ketua BP3KR Provinsi Kepri, H. Huzrin Hood, ketika dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, bahwa pengusulan 53 nama sebagai calon penerima penghargaan dari Pemprov Kepri berdasarkan persetujuan Ketua BP3KR.

“Nama-nama itu kita usulkan sebagai penerima penghargaan dari Pemprov Kepri simbolis saja. Ke depan dimungkinkan mereka akan kita data dan tercatat sebagai pejuang pembentukan Provinsi Kepulauan Riau,” kata Huzrin.

Baca Juga :   Ketika BLT Jadi Primadona,Isu Covid19 Terkalahkan

Editor: Budi Adriansyah

Komentar

Berita Lainnya