oleh

Ansar Ahmad Siap Menjadikan Tanjungpinang Seperti Bidadari

Tanjungpinang, Kepri (cMczone.com) – Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, SE, MM, prihatin dengan perkembangan Kota Tanjungpinang yang belum banyak mengalami kemajuan. 

Padahal sebagai ibu kota Provinsi Kepri  sudah seharusnya Tanjungpinang tampil sebagai kota yang menawan, tertata dan mengundang decak kagum banyak orang.

“Sudah 18 tahun Provinsi Kepri ini berdiri. Tapi kita lihat Tanjungpinang sebagai ibu kotanya belum mengalami perubahan yang berarti,” kata Ansar, ketika menggelar kampanye tertutup di Tanjungpinang, Rabu (30/9/2020).

Karena itu, kalau dirinya terpilih sebagai Gubernur Kepulauan Riau, Ansar akan berupaya menjadikan Tanjungpinang kota yang indah dan menawan.

“Tanjungpinang harus tampil seperti bidadari. Semua kawasan wisata kita percantik. Jalan-jalan protokol kita lengkapi dengan trotoar indah yang dihiasi lampu-lampu taman yang menawan,” kata mantan Bupati Bintan dua periode ini berapi-api.

Baca Juga :   Selain Peraturan dan Masterplan, Kepala Bappenas: Ratas juga Bahas Alternatif Pembiayaan Ibu Kota Baru

Program mempercantik Tanjungpinang, menurut Ansar, merupakan sebuah keniscayaan yang harus segera dilakukan mengingat selain sebagai ikon daerah juga dalam rangka bagaimana menarik wisatawan asing yang selama ini membanjiri Lagoi dan wilayah-wilayah di Kabupaten Bintan.

“Setiap tahun sekitar 1,5 juta turis asing membanjiri Bintan. Kalau Tanjungpinang ini dipercantik, saya yakin sekitar 30 persen turis asing yang ke Bintan akan datang ke Tanjungpinang,” kata Ansar.

Karena itu langkah pertama yang akan dilakukan adalah memoles beberapa kawasan wisata di Tanjungpinang, seperti kawasan wisata sejarah Pulau Penyengat, hutan mangrove Sungai Carang dan situs sejarah di dalamnya serta beberapa kawasan yang bisa disulap menjadi kawasan wisata baru yang cukup punya daya tarik.

Baca Juga :   Atasi Kelangkan Elpiji 3 Kg Bersubsidi Plt Bupati Keluarkan Surat Edaran.

Selain itu kondisi jalan di Tanjungpinang yang kurang memadai juga perlu dibangun jembatan layang dan pelebaran, sehingga kemacetan yang terjadi bisa dihindari.

“Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita punya kemauan. Kalau program bagus, realisasi tidak ada masalah, biasanya pusat siap membantu. Tinggal bagaimana kita mempersiapkannya untuk membenahi kota ini agar menjadi kota yang ikonik bagi Kepulauan Riau,” pungkas.

Editor: Budi Adriansyah | Sumber: Bidang Penggalangan Opini DPD Golkar Provinsi Kepri

Komentar

Berita Lainnya