oleh

Ade Angga Sang Ketua Tim Ansar-Marlin 

Oleh : Suyono Saeran 

Ketika Lewis Hamilton melibas lapangan terakhir di sirkuit Autodrom Internasional do Algarve, Portugal pada Minggu 25 Oktober 2020, dengan catatan waktu 1 jam 29 menit 56,828 detik dan menjuarai Portugal grand prix Formula 1, gegap gempita memenuhi semua sisi lapangan yang dijejali puluhan ribuan penonton.

Tidak hanya itu, seluruh penggemar Hamilton sejagat ikut membuncah atas prestasi pembalap Formula 1 nomor wahid di planet ini. Tapi tahukah anda bahwa kemenangan Hamilton di berbagai event kejuaraan mobil formula tersebut bukan semata karena mahir dalam memacu laju kendaraan dan menaklukkan setiap liuk sirkuit di Portugal? Kemenangan Hamilton karena kerja tim yang kompak dan kuat.

Ketika diputuskan sebagai kampiun, hujan guyuran anggur bukan semata untuk Lewis Hamilton. Seluruh crew-nya ikut basah karena semprotan anggur. Seorang pengencang baut velg, yang tidak pernah masuk hitungan pun, ikut menjelma dalam spirit kemenangan tim.

Kemenangan dan sukses Hamilton sebagai juara adalah juga sukses seorang pengencang baut, pengisi bensin, tukang lap, tukang sapu pitstop dan juga tukang dorong mobil. Mereka mabuk kemenangan berkat kerja tim yang hebat dan saling mendukung. Tapi itu hanya sebuah contoh di bidang olah raga. Lalu bagaimana dengan sebuah Tim Politik?

Baca Juga :   Jelang Glagaspur L3 Terpadu Uji Kesiapan Unsur BKO Guskamla I

Ketika partai koalisi pengusung dan pendukung pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad-Marlin Agustina menunjuk Ade Angga sebagai pemegang kendali kemudi mobil politik Ansar Marlin Amanah Negeri (AMAN), seluruh anggota tim mulai dari tukang pasang spanduk sampai pengolah program kampanye yakin, anak muda yang saat ini menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang ini, optimis mampu membangun dan membangkitkan kesadaran tim yang kuat.

Ade Angga yang selalu punya ide cerdas bagaimana menaklukkan liuk sirkuit di lapangan kampanye dinilai mampu membangun sebuah komitmen kesadaran yang kuat antar anggota tim. Karena kesadaran untuk menyamakan persepsi dan bekerja dalam tim yang kuat merupakan kunci utama dalam meraih kemenangan di ajang kontestasi.

Pada hal dalam dunia politik untuk membangun sebuah kekompakan kerja biasanya agak susah. Kalau sudah memasuki wilayah kerja sangat sulit untuk merajut sebuah idealisme kerja yang bisa dirasakan, dipahami dan dilaksanakan secara bersama.

Selalu muncul rasa egoisme dari masing-masing anggota koalisi karena ingin tampil paling di depan dan diakui yang paling hebat. Tapi Ade Angga mampu menepis persepsi publik itu. Angga selalu paham bahwa hakekat koalisi adalah perasaan sepenanggungan untuk membangun sebuah team work yang kuat agar bisa menaklukan jalan terjal politik sehingga predikat kampiun nantinya bisa dicapai dan bisa dirasakan bersama termasuk pekerja pada tingkatan level paling bawah seperti tukang pasang spanduk, pengantar surat dan cleaning service kantor.

Baca Juga :   Kolom Kosong Unggul, Ketum Appase're : Danny Kembali Bertarung di Pilwali 2020

Bagi Ade Angga koalisi itu harus bisa merangkul dan mengajak tidak hanya para pengambil kebijakan di partai tetapi juga para pekerja partai yang paling bawah untuk ikut, kata orang Jawa cancut tali wondo (kerja keras), dalam memperjuangkan cita-cita koalisi.

Seperti kesuksesan Lewis Hamilton yang ternyata tidak hanya peran sang maestro tetapi juga kerja remeh temeh tukang ganti ban dan tukang dorong mobil yang merasa punya tanggung jawab sama untuk mencapai tangga puncak.

Sukses kerja tim koalisi itu, bagi lelaki kelahiran 5 Oktober 1981 ini, hanya bisa diraih ketika yang besar tidak merasa pongah dan yang kecil tidak merasa terkerdilkan serta dialeneasikan dalam lingkaran bangunan koalisi.

Sukses itu juga harus dibuktikan dengan sikap partai-partai peserta koalisi yang ikhlas menomorduakan perasaan egonya demi kerja tim yang kuat. Seorang yang bekerja dalam sebuah tim harus paham bahwa kerja tipe soliter dan solo karier tidak akan menghasilkan apa-apa.

Baca Juga :   Pilkada Serentak Tahun 2020 di Kepri, Tito: Pilkada Harus Berjalan Lancar

Untuk menghantarkan mobil AMAN sampai garis finish dan tampil sebagai juara harus membuat seluruh tim yang di tengah tidak terasa terhimpit dan yang di pinggir tidak merasa ditepikan.

Angga selalu memberikan ruang dan waktu yang sama pada semua tim untuk mengelaborasi seluruh kemampuan dan kekuatan demi lajunya mobil AMAN sehingga nantinya mampu meraih juara.

Lelaki yang digadang-gadang untuk menduduki posisi Wakil Walikota Tanjungpinang ini memang dikenal cukup tenang tapi taktis dalam bekerja. Publik menilai kalau Roby Kurniawan sebagai  ‘New Ansar’ karena keturunan, sementara Ade Angga dikenal sebagai Ansar Muda karena didikan politik yang sedari awal dibina oleh Ansar Ahmad sang Calon Gubernur Kepri nomor urut 3 dan yang juga mantan Bupati Bintan dua periode itu.

Kini keduanya, sama-sama jadi perhatian publik karena punya tanggung jawab besar dalam perjuangan politik. Roby Kurniawan saat ini merupakan Calon Wakil Bupati Bintan sementara Ade Angga merupakan Ketua Tim Pemenangan Ansar Ahmad-Marlin Agustina di Pilgub Kepri 2020.

Optimisme publik tidak meragukan keduanya karena meski muda tapi pengalaman politik telah menempanya sebagai pejuang yang tangguh.

Komentar

Berita Lainnya