oleh

Nyanyian Terima Kasih Mengalun Lembut dari Pesisir Teluk Bakau

Oleh: Suyono Saeran

Wanita itu duduk termangu di lantai semen ruang tamu rumahnya. Pandangan matanya dia sebarkan ke semua dinding dan atap rumah. Sesekali dia tersenyum dan menggumam sendiri. Ada semburat rasa bahagia di wajahnya. Ada senyum yang tiada henti mengembang di bibirnya.

Wanita itu adalah Rohana, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Mengkurus, Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Wanita yang tinggal bersama suaminya yang sehari-hari hanya bekerja sebagai petani kecil ini sangat tidak menyangka kalau bakal mempunyai rumah sederhana di atas lahan miliknya.

Maklum, sebelumnya rumah Rohana kondisinya sangat memprihatinkan. Dinding rumahnya terbuat dari karung goni yang disusun bersama papan-papan bekas. Atap rumahnya juga banyak yang lapuk dan bocor sana sini.

“Setiap malam saya dan suami kedinginan karena dinding rumah hanya terbuat dari karung goni dan papan bekas. Kalau hujan juga banyak yang bocor karena memang atap rumah sudah banyak yang lapuk dan berlubang,” kata Rohani mengkisahkan hidupnya.

Baca Juga :   Polri Peduli: Polres Tanjungpinang Bagikan 500 Sembako dan 1 Ton Beras

Namun sekarang rumah Rohana sudah cukup bagus meski sederhana. Berkat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperjuangkan oleh H. Ansar Ahmad, SE, MM melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2020 ini rumah Rohana direhab total oleh pemerintah.

Dan rehab rumah Rohana tersebut sudah selesai dan bisa dia tempati dengan tenang bersama suami dan keluarganya yang tercinta.

“Saya tidak mampu membalas apa-apa. Perjuangan Pak Ansar tidak akan kami lupakan sepanjang hidup saya,” kata Rohana sambil meneteskan air mata.

Sementara tak jauh dari rumah Rohana, ada seorang laki-laki separuh baya yang kelihatan sibuk membersihkan halaman rumahnya yang masih berserak bekas bahan bangunan.

Laki-laki itu bernama Saleh Murin, seroang warga Kampung Bopeng yang masih satu desa dengan Rohana di Teluk Bakau. Bapak dari tiga orang anak yang masih kecil-kecil ini dalam kesehariannya hanya seorang pekerja serabutan untuk menyambung hidupnya. Karena penghasilannya yang tidak menentu, Saleh Murin tidak mampu memperbaiki rumahnya yang hampir roboh.

“Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan saja kadang-kadang masih kurang. Tapi saya selalu bersyukur saja karena masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk tetap bersama anak-anak dan istri saya tercinta,” katanya.

Baca Juga :   Plt Walikota Tanjungpinang, Serahkan Bingkisan Hari Raya pada Masyarakat Penerima DTKS

Namun suatu hari Saleh Murin seperti bermimpi ketika ada seorang petugas yang memberikan informasi bahwa rumahnya yang nyaris roboh akan direhab dan diganti yang bagus oleh pemerintah.

Bahkan petugas itu meyakinkan bahwa dalam waktu tidak sampai tiga bulan, rumahnya bakal berubah menjadi rumah sederhana yang bagus, sehat dan aman bagi keluarganya.

“Waktu itu dalam hati saya sempat bertanya, apa ia? Tapi ternyata betul. Tidak sampai tiga bulan rumah saya jadi bagus. Terima kasih Pak Ansar. Terima kasih Kementerian PUPR. Saya tidak pernah meminta, tetapi Pak Ansar tahu apa yang kita perlukan. Perjuangannya membuktikan bahwa seorang pemimpin memang harus tanggap apa yang diinginkan masyarakatnya,” kata Saleh Murin.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Robertus, seorang warga Meral Kota, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

“Melalui perjuangan Pak Ansar Ahmad, Kementerian PUPR akhirnya merehab rumah saya. Terima kasih, rumah saya sudah bagus dan nyaman untuk saya dan keluarga,” kata Robertus.

Baca Juga :   Bersama Stakeholder Kapolres Bintan Tertibkan Tambang Pasir Illegal

Tahun 2020 ini sebanyak lebih dari 2000 unit rumah di Provinsi Kepri direhab oleh Kementerian PUPR. Dari jumlah itu sebagian besar merupakan usulan Ansar Ahmad sewaktu duduk sebagai anggota Komisi V DPR-RI.

Rehab rumah ini menyasar rumah-rumah yang tidak layak huni di Kepri. Kepedulian dan perjuangan Ansar Ahmad tersebut dilandasi karena keinginan besarnya yang ingin masyarakat Kepri sejahtera secara merata.

Tidak hanya di pusat-pusat kota, tetapi juga masyarakat yang tinggal di desa-desa, pesisir, pedalaman dan pulau-pulau di seluruh wilayah Provinsi Kepri yang berada di perbatasan negara ini.

“Hal yang paling berharga bagi seorang pemimpin adalah ketika dia tanggap dan mampu menjawab terhadap setiap tangisan masyarakatnya. Saya tetap akan terus berusaha dan berjuang semampu yang bisa saya lakukan. Hidup ini hanya sebuah pengabdian terbaik bagi masyarakat, lingkungan dan Tuhan sang pemilik kehidupan,” kata Ansar Ahmad melalui suara telepon yang mengalir lembut.

Komentar

Berita Lainnya