oleh

Pudarnya Marwah KPU 50 Kota di mata masyarakat

Lima Puluh Kota,(cmczone.com)– Anggaran besar tak berbanding lurus dengan manfaat setiap kegiatan yang digelar KPU Kabupaten Lima Puluh Kota. Terlalu kentara sekali tampaknya.

Mulai dari tender proyek baliho calon yang sampai di Surabaya, molornya waktu realisasi pemasangan baliho, iklan di media massa hingga debat kandidat yang kacau balau.

Tak jelas aturannya, ketika dikonfirmasi terkait realisasi, distribusi pemasangan baliho calon kepala daerah Masnijon Ketua KPU Lima Puluh Kota mengatakan tak ada PKPU nya.

Hingga kini pilkada hampir usai tak jelas kabarnya distribusi baliho calon padahal baliho salah satu media untuk mensosialisaikan calon kepada masyarakat yang harus KPU pula yang menyediakan dan itupun dibatasi.

Belum lagi soal iklan di media massa, ada pula dikotomi harus media cetak dan radio, sementara Tv tak jelas kadang bisa kadang tidak. Dasar dikotominya dan pemilihan media tak jelas.

Baca Juga :   A.Dt.Pado siap Kontribusikan Suara Maksimal di Situjuah Limo Nagari Untuk Kemenangan SAFARI

KPU menurut hemat penulis tak memikirkan efektifitas apa yang lakukan, pokoknya asal jadi.

Kini yang tak kalah kacau, Debat Publik pertama, pasangan calon bupati dan wakil bupati Lima Puluh Kota tahun 2020, dengan mengangkat tema ‘Tata Kelola Pemerintahan Dan Pembangunan SDM Yang Berkualitas Dan Profesional’. Resmi dibuka pada jam 20:00 sampai selesai di aula kantor bupati Lima Puluh kota. Rabu (18/11/2020).

Kejengkelan publik tak terbendung di media sosial dan warung kopi. Betapa tidak Debat publik yang seharusnya ditonton ribuan warga Lima Puluh Kota namun KPU hanya mengandalkan Media Sosial KPU Lima Puluh kota yang follower Instagramnya nya cuma seribu lebih sedikit.

“Belum lagi dekorasi panggung dalam debat publik yang acak kadul. Tentu tidak sebanding dengan anggaran yang dihabiskan,” ujar Netizen.

Baca Juga :   9 Desember, SAFARI Targetkan Unggul 8,5 Persen

Tampak tak profesional tidak ada sama sekali suasana pesta demokrasinya Kabupaten Limapuluh Kota. Tidak sebanding dengan anggaran publik yang dikeluarkan.

“Atau barangkali perlu ditambah lagi anggaran Pilkada ini? ” sentil Netizen.

Seharusnya KPU Lima Puluh kota bisa menyiarkan di seluru se antero di Limapuluh Kota ini, sehingga masyarakat bisa menilai juga calon yang akan mereka pilih.

Parahnya KPU tak mampu menyediakan layar tancap sementara warga yang boleh masuk ke ruang debat dibatasi.

“Mestinya KPU dapat menyiarkan langsung dengan cara memutar layar tancap / virtual di jorong-jorong dan nagari-nagari. Dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga semua masyarakat bisa melihat, yang mana calon pilihannya di tanggal 9 Desember nanti” kata Bayu Vesky, yang tampak kesal dengan KPU.

Baca Juga :   Kalau berita masih Gentayangan"proyek jalan Malalak Barat di Gagalkan"

Rakyat yang ingin melihat debat putera-putri terbaik di Lima Puluh kota, sudah tidak bisa masuk. Pihak KPU juga tidak menyediakan Layar tancap di luar aula kantor Bupati Limapuluh Kota. Padahal lebih kurang 43 Miliar uang rakyat yang disediakan untuk pesta demokrasi ini.

Arya Gusman yang juga tokoh muda luak limo Puluah, mengharapkan kepada anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, untuk MEMANGGIL pihak KPU Limapuluh Kota, terkait salah satu fungsinya.

“Kita berharap DPRD kabupaten Limapuluh kota memanggil KPU, untuk melakukan salah satu fungsi nya, yaitu fungsi pengawasan terhadap uang rakyat. Dan kami juga menyesalkan minimnya sosialisasi baik secara lansung ataupun secara media informasi,” Tutup Arya

Sampai berita ini di terbitkan, Masnijon Ketua KPU Limapuluh Kota masih belum menjawab pertanyaan dari media ini.

Ril/SP

 

Komentar

Berita Lainnya