oleh

Calon gubernur Nasrul Abit – Indra catri di laporkan ke bawaslu, diduga bagi bagi beras.

Pessel,cMczone.com-

Kronologis pelaporan:

Pada hari rabu tanggal 2 desember 2020 Toni Hendri bersama tim Hukum,Hengki Matondang SH MH dan Yusack David SH MH mendatangi Bawaslu Sumbar untuk melakukan pelaporan atas dugaan pelanngaran UU pemilu oleh paslon Cagub-cawagub nomor urut 2 (NA-IC)

dimana Toni Hendri melaporkan telah terjadi pelanggaran terhadap UU pilkada no10 tahun 2016 pasal 187 ayat 1 dan pasal 26 ayat 2 perbawaslu RI no13 tahun 2017 dimana paslon nomor urut 2 Nasrul Abit-Undra Catri membagi-bagi kan beras kepada masyarakat dengan maksud mempengaruhi maayarakat untuk memilih paslon cagub dan cawagub nomor urut 2.kejadian yang dilaporkan tersebut terjadi di daerah tapan kabupaten pesisir selatan pada hari jumat 27 november 2020

Baca Juga :   BRG,Dinas Kehutan Provinsi Jambi Sosialisasikan Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Lahan Gambut

Toni Hendri sebagai pelapor juga melaporkan ketua DPD partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade dimana dalam masa kampanye ini andre rosiade sebagai ketua dan kader partai gerindra telah melakukan bagi bagi uang atau money politik dengan modus bantuan untuk masjid dan UKM dengan nilai variatif mulai dari 25 jta sampai 100 juta,di sejumlah tempat di kabupaten dan kota di sumatera barat.

Laporan yang di buat tersebut merupakan satu kesatuan dimana paslon cagub-cawagub nomor urut 2 terkait dengan kegiatan yg dilakukan oleh Andre Rosiade sebagai ketua partai gerindra sumbar yang merupakan partai pengusung dari paslon nomor urut 2 nasrul Abit-Indra Catri yg tujuan nya untuk memenangkan paslon yg diusung.

Baca Juga :   Sarafuddin Aluan : Tidak Ada Celah Ansar-Marlin di Gugat ke MK

Terkait hal tersebut di atas maka pelapor dan tim hukum menganggap apa yg dilakukan oleh paslon nomor urut 2 dan tim pemenangan nya serta andre rosiade atau partai gerindra telah melakukan pelanggaran pemilu/pilkada secara terstruktur,sistematis dan masif

Untuk melengkapi laporan tersebut pelapor dan tim hukum dari MUALIM telah memeberikan bukti bukti berupa foto dan video dari kegiatan yang dilaporkan tersebut dan serta menghadirkan 2 orang saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

Komentar

Berita Lainnya