oleh

DPRD dan Polres di Desak ‘Bongkar’ Dalang Dibalik Kasus Masjid Pohea

SULA, (cMczone.com) – Kasus masjid di Desa Pohea, Sanana Utara, hingga kini belum final.

Hal ini menjadi tanda tanya warga Desa setempat, soal ketidak-jelasannya penanganan kasus tersebut oleh pihak kepolisian.

Padahal, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Kepulauan Sula dari tahun 2020 kemarin. Namun hingga kini, belum diketahui prsoses kasus ini sampai dimana.

Aktivis Muda Kepulauan Sula yakni Raski Soamole mengomentari bahwa, seharusnya kasus masjid an-nur itu sudah diselesaikan oleh pihak kepolisian.

Selain itu, Raski juga meminta agar DPRD Kabupaten Kepulauan Sula memperhatikan kasus masjid an-nur di Desa Pohea yangvsaat ini menjadi polemik.

“Polres Sula dan DPRD Kabupaten Kepulauan Sula harus menaruh perhatian penuh kepada masjid ini, karena sudah setahun menjadi polemik dan keresahan tersendiri oleh masyarakat setempat,” Tegas Raski pada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga :   New Info: Pemadaman Listrik Selama 3 Hari di Taliabu, ini Jadwalnya!

Dirinya menambahkan bahwa, berkas perkara yang telah disampaikan ke Polres Sula. “Agar DPRD juga bisa mengawal. Sehingga, perkara ini dapat di selesaikan secepatnya,” ucapnya.

Atas dasar inilah, Aktivis serta putra Daerah Kepulauan Sula ini, menduga ada kekuatan oknum dari kasus masjid an-nur pohea ini. Sehingganya, perlu dibongkar siapa dalang dibalik kasus tersebut.

Perlu diketahui, pembagunan Masjid An-Nur Desa Pohea ini, telah memakan anggaran 4,3 Miliyar. Namun hingga sekarang belum juga terselesaikan.

Komentar

Berita Lainnya