oleh

Gedung Madrasyah Riau di Robohkan PT GSI

Riau, (cmczone.com) – PT GSI yang melakukan Recording seismik berdampak negatif bagi penduduk provinsi Riau, khususnya kabupaten Pelalawan, kecamatan Langgam.

Pada hari Rabu (27/1/2021) salah satu ruangan belajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Falah Kelurahan Langgam plafon atau loteng bangunan itu ambruk. Amruknya plafon tersebut akibat PT GSI melakukan aktivitas pekerjaan recording seismik di Kelurahan Langgam yang sudah berjalan beberapa hari ini.
“Iya bener plafon Madrasah Ibtidaiyah Darul Fallah Langgam roboh,” kata Azwan, SH.

Sebelum aktivitas PT GSI melakukan Recording seismik plafon madrasah dalam keadaan bagus dengan kondisi normal.
Bukan hanya plafon “Dinding gedung juga mengalami keretakan,” ungkap aswan.

“PT GSI harus bertanggung jawab atas kerusakan gedung madrasah, dan bukan hanya gedung madrasah saja, semua bangunan yang rusak , sumur bor, kuburan dan lainnya,” ungkap seorang guru MI yang tidak mau di sebutkan namanya demi keamanan.

Baca Juga :   Semburan Gas di Areal Pesantren Al Ikhsan Pekanbaru

Maitizan selaku lurah langgam, mengatakan bahwa operasional PT GSI di kelurahan langgam di berhentikan untuk sementara.

“Pemberhentian aktivitas sementara sampai Hari Selasa Tanggal (2/2/2021) depan. Dan ini merupakan hasil rapat antara pemerintah kelurahan, tokoh adat, tokoh agama Langgam dan pihak perusahaan,”jelasnya.

Akibat dari recording seismik perumahan layak huni terlihat retak – retak, rumah Zulfikar(35), Buyung Lani (40) dan rumah lainnya, retak di bagian dinding, depan dan pondasi rumah.

Pengakuan Zulfikar bahwa rumahnya mulai retak sejak PT GSI melakukan recording atau penembakan dinamik ke perut bumi daerah perumahan itu. Rumahnya ketahuan retak diketahuinya kemarin sore Selasa (25/1/2021). “Sore kemarin saya baru tau diding rumah saya retak-retak,” kata Zulfikar.

Baca Juga :   Pembangunan Jembatan Tipe A Desa Rumbio Akan Dikerjakan, Ini Kata Kades Rumbio

”Selama ini PT GSI tidak melakukan sosialisasi terhadap dampak dari pekerjaan recording perusahaan PT GSI,” kata Jamris (50) selaku tokoh masyarakat Langgam.

Selain itu, Agustar, SH, juga mengesalkan tindakan perusahaan yang akan menghancurkan rumah warga. “Sebelumnya dijanjikan perusahaan akan menganti rugi setiap kabel yang melintas tanah atau lahan masyarakat Rp 4000/ meter tetapi saat ini tidak ada realisasinya,” kata Agustar, SH, Rabu (26/1/2021)

Hasiolan Raja Gukguk sebagai Humas PT GSI saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya terkait penyetopan operasi recording ini bungkam belum memberikan jawaban.

Komentar

Berita Lainnya