oleh

Desa Falabisahaya Dijauhi Jaringan 4G!

Maluku Utara, (cMczone.com) – Warga Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula, hingga kini masih terisolasi soal kebutuhan jaringan internet.

 

Padahal jika kita dilihat secara saksama, penduduk setempat hampir semuanya memiliki smartphone yang berkualitas, diantaranya dapat mengakses internet secara luas.

 

Satu sampel yang menjadi pokok catatan miris adalah, saat pemerintah mengeluarkan instruksi sekolah online alias tanpa adanya tatap muka, bagaimana dengan kondisi yang ada di Desa Falabisahaya.

 

Alih-alih menyebabkan kemalasan para siswa terhadap pembelajaran, dikarenakan faktor online dengan kondisi yang tidak mendukung. Pada kenyataannya terciptalah Los learning.

 

Sangat disayangkan, sebuah induk Kecamatan Mangoli Utara dengan Sumber Daya Manusia yang besar, namun minim perhatian soal akses jaringan yang memadai.

 

Seorang Pemuda Desa Falabisahaya Mangoli Utara, Kapulauan Sula, yakni Havid menyatakan bahwa, kondisi Desa Falabisahaya soal jaringan perlu untuk ditingkatkan.

 

Sebab, Falabisahaya dinilai masih jauh kelayakan jaringan yang maksimal.

 

“Satu di antara perlunya peningkatan kualitas jaringan 2G menjadi 4G di Falabisahaya, karena banyak masyarakat baik itu Pemuda maupun orang-orang tua yang meminati sebuah informasi yang beragam,” kata Havid pada wartawan, Sabtu (30/1/2021).

 

> Tanpa Jaringan 4G, Wifi jadi Alternatif

 

Dilain sisi, wifi menjadi alternatif bagi warga setempat dalam dalam meng-update berbagai informasi yang diinginkan.

Baca Juga :   Nol Persen, Taliabu Terus Perketat Pencegahan Covid-19

 

Hal itu terpantau sejak malam hari, ramai-ramai sejumlah warga bergegas menyambangi penyedia Wifi.

 

Hanya saja terdapat fakta-fakta dilokasi, soal beberapa faktor yang tergolong penghambat pemaksimalan dalam berwifi, di antaranya:

 

1. Jika banyaknya pelanggan yang menggunakan wifi pada satu lingkup, dapat berpengaruh pada lambatnya mengakses informasi.

 

2. Pecandu informasi di Internet, dapat menguras anggaran walaupun per’hari dihitung jam.

 

Seorang pengamat akan menilai bahwa faktor tersebut bertabrakan dengan tiga kondisi yakni, ongkos, tenaga dan waktu.

 

> Dimana Pemerintah Daerah?

 

Dalam tatanan Pemerintah Daerah pada bagian pengupaya Jaringan yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terkesan mendiami persoalan tersebut.

 

Bagaimana tidak, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula pada tahun 2020 lalu, pernah di demo oleh sejumlah Pemuda yang mengatasnamakan warga Mangoli Utara dan Barat agar di wilayah yang dimaksud dapat teraliri jaringan secara optimal.

 

Namun hingga kini, untuk mengubah jaringan dari tahapan 2G ke 4G, seakan-akan pihak-pihak terkait tanpa adanya perhatian dalam menggenjot persoalan jaringan 4G di Falabisahaya.

 

Padahal pada kesempatan sebelumnya, di sejumlah media online, warga pernah keluhkan soal impian mengakses jaringan 4G di Desa Falabisahaya Mangoli Utara ini.

 

Tetapi sampai dengan sekarang, hal tersebut terus menjadi mimpi buruk dikalangan warga setempat.

Baca Juga :   Dipimpin Bupati, Upacara HUT RI Ke-75 di Taliabu Penuh Khidmat

Desa Falabisahaya Dijauhi Jaringan 4G!

 

“Catatan Kecil Memungkinkan Adanya Perubahan”

Maluku Utara, (cMczone.com) – Warga Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kepulauan Sula, hingga kini masih terisolasi soal kebutuhan jaringan internet.

Padahal jika kita dilihat secara saksama, penduduk setempat hampir semuanya memiliki smartphone yang berkualitas, diantaranya dapat mengakses internet secara luas.

Satu sampel yang menjadi pokok catatan miris adalah, saat pemerintah mengeluarkan instruksi sekolah online alias tanpa adanya tatap muka, bagaimana dengan kondisi yang ada di Desa Falabisahaya.

Alih-alih menyebabkan kemalasan para siswa terhadap pembelajaran, dikarenakan faktor online dengan kondisi yang tidak mendukung. Pada kenyataannya terciptalah Los learning.

Sangat disayangkan, sebuah induk Kecamatan Mangoli Utara dengan Sumber Daya Manusia yang besar, namun minim perhatian soal akses jaringan yang memadai.

Seorang Pemuda Desa Falabisahaya Mangoli Utara, Kapulauan Sula, yakni Havid menyatakan bahwa, kondisi Desa Falabisahaya soal jaringan perlu untuk ditingkatkan.

Sebab, Falabisahaya dinilai masih jauh kelayakan jaringan yang maksimal.

“Satu di antara perlunya peningkatan kualitas jaringan 2G menjadi 4G di Falabisahaya, karena banyak masyarakat baik itu Pemuda maupun orang-orang tua yang meminati sebuah informasi yang beragam,” kata Havid pada wartawan, Sabtu (30/1/2021).

> Tanpa Jaringan 4G, Wifi jadi Alternatif

Dilain sisi, wifi menjadi alternatif bagi warga setempat dalam dalam meng-update berbagai informasi yang diinginkan.

Baca Juga :   Warga Tak nikmati Air Bersih Seminggu, PDAM Bobong Minta Maaf

Hal itu terpantau sejak malam hari, ramai-ramai sejumlah warga bergegas menyambangi penyedia Wifi.

Hanya saja terdapat fakta-fakta dilokasi, soal beberapa faktor yang tergolong penghambat pemaksimalan dalam berwifi, di antaranya:

1. Jika banyaknya pelanggan yang menggunakan wifi pada satu lingkup, dapat berpengaruh pada lambatnya mengakses informasi.

2. Pecandu informasi di Internet, dapat menguras anggaran walaupun per’hari dihitung jam.

Seorang pengamat akan menilai bahwa faktor tersebut bertabrakan dengan tiga kondisi yakni, ongkos, tenaga dan waktu.

> Dimana Pemerintah Daerah?

Dalam tatanan Pemerintah Daerah pada bagian pengupaya Jaringan yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terkesan mendiami persoalan tersebut.

Bagaimana tidak, pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula pada tahun 2020 lalu, pernah di demo oleh sejumlah Pemuda yang mengatasnamakan warga Mangoli Utara dan Barat agar di wilayah yang dimaksud dapat teraliri jaringan secara optimal.

Namun hingga kini, untuk mengubah jaringan dari tahapan 2G ke 4G, seakan-akan pihak-pihak terkait tanpa adanya perhatian dalam menggenjot persoalan jaringan 4G di Falabisahaya.

Padahal pada kesempatan sebelumnya, di sejumlah media online, warga pernah keluhkan soal impian mengakses jaringan 4G di Desa Falabisahaya Mangoli Utara ini.

Tetapi sampai dengan sekarang, hal tersebut terus menjadi mimpi buruk dikalangan warga setempat.

Komentar

Berita Lainnya