Harapan Berurai Tangis dari Masyarakat yang terdampak Jalur Tol Trans Sumatera : ” Jangan Gusur Rumah Kami !!! “

  • Bagikan

Limapuluh kota, (cmczone.com)- Senin , 15 Februari 2021 Awak Media cMczone.com di undang lagi oleh Format ( Forum Masyarakat Terdampak Tol ) Kabupaten 50 kota.

Format merupakan Forum yang di bentuk oleh Masyarakat di 5 Nagari dalam 2 Kecamatan di Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat.

Pada kesempatan tersebut Format di dampingi oleh WALHI ( Wahana Lingkungan Hidup ) Sumbar beserta Masyarakat Terdampak.

Format pada kesempatan tersebut di wakili oleh Sekum ( Sekretaris Umum ) Ibuk Ezi Fitriana SHi mengatakan ‘ Jika jalur Tol Trans Sumatera menetapkan PenLok ( Penetapan Lokasi ) sesuai dengan Alternatif 1 , maka dapat di pastikan bahwa khusus Jorong 3 Balai Nagari Lubuak Batingkok akan kehilangan 2/3 Entitasnya , baik Entitas Sosial kemasyarakatan dan kearifan Lokal tentunya ‘ Ujar Ezi Kepada media.

Selanjutnya Ezi Mengatakan ‘ Dapat kami informasikan Bahwa tanah kami di sini 90 % adalah tanah Ulayat . Semua orang Minang tau bahwa tanah Ulayat merupakan Pusako yang turun temurun dari generasi ke generasi dan tidak boleh diperjual-belikan ‘ paparnya.

” Walaupun Pemerintah menawarkan skema ‘ ganti untung ‘ itu juga tidak menolong , masyarakat yang tinggal di tanah Ulayat itu merupakan Entitas masyarakat yang melekat dengan tanah pusakonya dalam satu kaum, jadi kalau tanah pusakonya di ambil maka Entitas Kaum tersebut akan lenyap dari muka bumi ” tukuk Ezi.

Baca Juga :   Hani Fahrani Pemain Sinetron dan Film Didaulat Sebagai Wakil Sekjen DPP Partai UKM Indonesia

Lalu Format menutupnya begini ‘ Dalam trase ( Jalur tol alternatif 1) yang ada saat ini , Khusus Jorong 3 Balai Nagari Lubuak Batingkok akan ‘ memberangus ‘ setidaknya 2 Pasukuan yaitu Pasukuan Kaum di bawah Panji Dt.Paduko Bosa dan Pasukuan Kaum Dt.Majo Nan Koruk .Selanjutnya Untuk Nagari Koto Baru Simalanggang setidaknya akan berdampak pada 2 Rumah Gadang , 1 komunitas Syeikh pada sebuah Surau suluk , dan tentu jumlah Masyarakat yang terdampak jauh lebih banyak .Lalu belum dihitung pada Nagari Taeh Baruah , Koto Tangah Simalanggang dan Gurun yang tentunya juga masuk dalam Nagari yang terdampak ‘ Pungkas RS.Dt.Patiah mewakili Format.

Pada kesempatan terpisah seorang Ibu ibu yang bernama Ibu Adriyas ( Tek Eri ) dengan gumpalan perasaan yang resah dan di iringi dengan uraian air mata mengatakan begini ‘ kami bermohon kepada pihak pengambil kebijakan ” Jangan Gusur Rumah Kami ” , karena untuk membuat rumah, kami berpeluh darah dan keringat ‘ tangisnya kepada awak media.

Baca Juga :   Tes Kesehatan: Apri Ceria, Roby Tebar Senyum

kami di ajak Format untuk membuktikan bahwa sudah ada pancang yang ditanam oleh pelaksana tol ?
Ketika sampai di lokasi salah satu pancang , yaitu dalam Nagari Taeh Baruah – Kec.Payakumbuh.
Pancang dengan tinggi ± 1 meter , berwarna
Orange pudar dengan kode 136 + 500 yang tertancap pada salah satu lahan masyarakat tanpa sosialisasi dan izin dari masyarakat yang punya lahan.
Jadi dengan adanya pancang tersebut apakah Tol Trans Sumatera segera di bangun ??

Selanjutnya ketika awak media melakukan Konfirmasi dengan WALHI Sumbar yang turut mendampingi Format.

‘ Pada 2019 Masyarakat di 5 Nagari sudah mengadu ke Padang , WALHI yang memang Konsen kepada Isu isu Penyelamatan Lingkungan , Tanah Ulayat kemudian Hak Hak Masyarakat , HAM , dll itu merupakan kerja kerja WALHI , Maka sebab itulah WALHI memutuskan untuk ikut mendampingi Masyarakat yang terdampak ‘ ujar Tomi Adam , Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye WALHI Sumatera Barat.

‘ Masyarakat di 5 Nagari Hanya bisa menunggu dan berharap kepada para pengambil kebijakan, dalam hal ini tentu Pemerintah dan Pelaksana ( PT.HK) untuk lebih mendengar keluhan masyarakat ini dengan langsung turun ke Nagari Nagari yang terdampak , dengan melakukan dialog langsung ke tengah tengah masyarakat.
Pada prinsipnya masyarakat tidak menolak Tol Trans Sumatera , yang di tolak adalah Jangan Melewati Pemukiman Padat dan Lahan lahan Produktif , itu saja ‘ Ujarnya.

Baca Juga :   Akibat di Tendang SatPol PP Kampar?, Dua orang RTK Harus Dirawat di RSUD Bangkinang.

‘ Trase ( Jalur Tol ) yang kami terima bahwa Jalur Tol Trans Sumatera Padang- Pekanbaru Sesi Payakumbuh-Pangkalan itu ada 3 alternatif dan Kami mendorong Keputusan PenLok ( Penetapan Lokasi ) nantinya adalah Jalur yang paling minim merugikan masyarakat , Karena Jalur Alternatif 1 ini adalah Jalur yang paling banyak melewati Pemukiman padat penduduk dan lahan lahan Produktif ‘ ujar Tomi selanjutnya.

” Himbauan Kami dari WALHI Sumbar kepada Pemerintah Provinsi dan DPRD Provinsi untuk langsung meninjau Ke Lapangan jangan hanya mendengar dari Media.
Sekarang malah Pemerintah menugaskan Kepolisian ( Polda dan Polres ) untuk turun ke Lapangan dalam mengumpulkan Informasi.
Justru ini malah lebih menakuti dan menambah keresahan di tengah tengah masyarakat , Jadi Kami sekali lagi menghimbau kepada Pengambil kebijakan untuk menyerap informasi langsung ke lapangan , kami dari WALHI dan Format siap untuk memfasilitasinya ‘ tutup Tomi Adam.

Penulis : Sukrianto

  • Bagikan
error: Content is protected !!