Marsetio : Sejak Gubernur Dijabat Pak Ansar, Kepri Jalannya Cepat

  • Bagikan

Batam, Kepri (cMczone.com) – Tidak kenal lelah, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, SE, MM, bersama Penasehat Bidang Keamanan dan Pertahanan Kementerian Bidang Maritim dan Investasi Razi, Laksamana (Pur) TNI Marsetio, hari ini, Minggu (14/3/2021), dari pagi hingga petang meninjau beberapa kawasan industri di Kota Batam.

Ikut serta dalam rombongan Ketua Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, Kadis Pariwisata, Buralimar, Kepala Kesbangpol, Ir. H. Lamidi, Asisten II, DR. Syamsul Bahrum, Kadis Perhubungan, Junaidi dan Plt Kadis Kelautan dan Perikanan, Agus Riyanto.

Beberapa tempat yang dikunjungi oleh Ansar Ahmad dan rombongan diantaranya PT Mandra Guna Gema Sejati, PT Batam Slop And Sludge Treatment Centre di Jembatan III dan Kepri Coral di Pulau Pengalap dekat Jembatan VI Batam.

Baca Juga :   Pengawas Pemilu se - Riau koreksi  4.178 C 1 pada Pleno PPK

Dalam kesempatan tersebut Penasehat Bidang Pertahanan dan Keamanan Kementerian Bidang Maritim dan Investasi RI Laksamana (Pur) TNI Marsetio mengatakan, Kepri saat ini ibarat mobil Ferrari.

“Sejak Gubernur Kepulauan Riau dijabat Pak Ansar, jalannya cepat seperti mobil Ferrari. Tentu seluruh dinas harus ikut cepat dan tangkas,” ujar Marsetio.

Menurut Marsetio, Kemenko Bidang Maritim dan Investasi mendukung penuh langkah Ansar Ahmad yang bekerja tanpa henti untuk mendorong investasi dan inovasi baru demi kemajuan daerah.

“Pak Ansar Ahmad punya leadership yang kuat dan mampu merangkul semua kekuatan dan potensi demi keberhasilan seluruh program untuk kemajuan dan kesuksesan Kepulauan Riau. Pemerintah pusat tentu akan terus membantu kepala daerah yang serius bekerja,” ujar Marsetio.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Melakukan Inspeksi Mendadak Di RSUD Subang Jawa Barat

Sementara itu Ansar Ahmad dalam kesempatan yang sama mengatakan, bahwa Kepri saat ini butuh berbagai investasi dan industri baru untuk suksesnya program recovery economy. Termasuk salah satunya industri pengolahan limbah oleh PT Batam Slop And Sludge Treatment Centre yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan III Barelang.

Menurut Ansar Ahmad, industri pengolahan limbah sangat diperlukan karena banyak kapal, industri dan rumah tangga yang menghasilkan limbah baik cair maupun padat.

“Kita dukung penuh perusahaan limbah dan akan memfasilitasi berbagai hal yang diperlukan. Hal tersebut dilakukan supaya tidak ada perusahaan limbah yang liar dan ilegal tetapi bekerja dengan legalitas formal yang bisa menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit dan berkontribusi bagi daerah,” kata Ansar Ahmad.

Baca Juga :   Lantamal IV Dampingi Distribusi Sembako Yayasan BBL untuk Masyarakat

Saat ini, kata Ansar Ahmad, dalam situasi pandemi seperti sekarang tidak mudah untuk mendatangkan sebuah investasi baru. Untuk itu investasi yang ada selagi bernilai positif perlu didukung secara penuh.

“Asal legal, berkontribusi positif dan menyerap tenaga kerja banyak tetap kita dukung. Pemerintah harus hadir untuk menjaga kepercayaan investor,” jelas Ansar Ahmad.

Editor : Budi Adriansyah

  • Bagikan