oleh

Pemprov Kepri Akan Dorong Kesetaraan Gender dengan Anggaran yang Cukup

Batam, Kepri (cMczone.com) – Upaya percepatan peningkatan kesetaraan gender dan peranan perempuan dalam pembangunan di Kepulauan Riau (Kepri) bukan persoalan yang mudah. Posisi geografis Kepri yang terdiri dari 2048 pulau merupakan sebuah tantangan tersendiri dalam upaya percepatan peningkatan kesetaraan gender. 

Demikian disampaikan oleh Gubernur Provinsi Kepri, H. Ansar Ahmad, SE, MM, kepada Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir. Agustina Erni MSc, dalam zoom meeting melalui video conference tentang Verifikasi Dalam Rangka Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 di Provinsi Kepri dan Kabupaten/Kota, Selasa (16/3/2021).

Namun demikian, kata Ansar Ahmad, meski tantangan cukup berat angka indikator makro penyetaraan gender di Kepri masih sangat tinggi.

Baca Juga :   Buka Dapur Umum, Satlantas Polres Bintan Bagikan Makanan Gratis

“Terutama IPG (Index Pembangunan Gender) kita cukup tinggi dan lebih tinggi dibandingkan IPG Nasional. IPG Kepri tahun 2020 tercatat 93,10 persen dan lebih tinggi dari IPG Nasional yang hanya 91,07 persen,” kata Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad juga melaporkan beberapa indikator lainnya yang sudah tercapai seperti diantaranya, angka harapan hidup, angka melek huruf, angka sumbangan pendapatan perempuan dan laki-laki maupun beberapa pengukuran lainnya, menunjukkan hal yang positif.

“Kita akan perkuat dengan dukungan anggaran yang cukup agar persoalan kesetaraan gender di Kepulauan Riau terus mengalami peningkatan untuk tahun-tahun yang akan datang,” jelas Ansar Ahmad.

Ansar Ahmad berharap ke depan posisi ataupun peran perempuan dalam berbagai lini pembangunan harus terus naik. Kaum perempuan harus memiliki peran strategis dalam berkontribusi suksesnya program pembangunan.

Baca Juga :   Koramil 01/Tanjungpinang Bagikan Ratusan Makanan pada Veteran

Diungkapkan Ansar Ahmad, bahwa manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan bukan hanya alat dari pembangunan seperti bagaimana mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan.

“IPM dibentuk tiga dimensi dasar seperti umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy life), pengetahuan (knowledge) dan standar hidup layak  (decent standard of living),” jelas Ansar Ahmad.

Sedangkan IDG, menunjukkan apakah perempuan dapat secara aktif berperan serta dalam kehidupan ekonomi dan politik. IDG menitikberatkan pada partisipasi, dengan cara mengukur ketimpangan gender di bidang partisipasi politik, pengambilan keputusan (sosial) dan aksesibilitas terhadap sumber daya ekonomi.

Ansar Ahmad menjelaskan, bahwa IDG terdiri tiga dimensi yakni keterwakilan di parlemen dengan indikator persentase anggota parlemen laki-laki dan perempuan, pengambilan keputusan dengan indikator persentase pejabat tinggi, manajer, pekerja profesional dan teknisi, distribusi pendapatan dengan indokator persentase upah buruh non pertanian disesuaikan antara laki-laki dan perempuan.

Baca Juga :   Kodim 0315/Bintan bersama FKPD Panen Jagung Demplot

“Capaian IDG Kepulauan Riau tahun 2020 sebesar 61,58 persen. Memang angka ini masih di bawah Nasional. Namun kita tetap akan berupaya agar IDG bisa terus naik melalui dukungan pemerintah provinsi dengan berbagai program,” pungkas Ansar Ahmad.

Dalam video conference tersebut, Ansar Ahmad didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dra. Hj. Misni, Kepala Kesbang Pol, Ir. H. Lamidi, Ketua TP-PKK Kepri, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, MPd dan sejumlah pejabat lainnya.

Editor :  Budi Adriansyah

Komentar

Berita Lainnya