oleh

Setelah Didatangi Awak Media, Diduga Kepsek SMA N5 Lakukan Intimidasi Terhadap Tenaga Guru Honor, Dengan Membuat Surat Pernyataan Tidak Menuntut Gaji

Tanjabtim, (cMczone.com) – Polemik gaji tenaga guru honorer semakin dapat sorotan dari awak  media, pasal nya kepsek SMA N5 Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi ini setelah di datangi awak media Selasa  (09/03/2021) silam, Fitri selaku kepala sekolah diduga melakukan intimidasi terhadap guru honorer untuk membuat surat pernyataan tidak menuntut  gaji.

Dari data yang dihimpun dilapangan bahwa surat pernyataan itu berbunyi (“dengan ini bahwa saya sedang mengabdi di SMA N5 Tanjung Jabung Timur, terhitung taggal masuk 18 januari 2021, dengan ini tidak menuntut gaji”)

Dn (inisial) saat di komfirmasi mengatakan” bahwa ia tidak sanggup di bilang mengabdi, ia juga menyebutkan sudah dua bulan jadi honor juga belum dapat  gaji sebelum dia mengundurkan diri. Senen (15/03/2021).

Baca Juga :   Peningkatan Jalan Sungai Tembikar, PPK : Keterlambatan Pekerjaan Karena Adanya Pekerjaan Rigit Beton

” Gak sanggup bang kami di bilang mengabdi, sedangkan kita butuh hasil. Jadi dari pada terlalu lama, ya..lebih baik mengundurkan diri.” ungkapnya.

Dn juga menyebutkan, gara-gara surat pernyataan itu dia berhenti.

Senada yang di sampaikan Nr (inisial) Rabu tgl 10/03/2021 semua guru honor di kumpulkan untuk surat pernyataan, disinggung soal isi surat pernyataan itu, Nr menjelaskan bahwa isi surat itu inti nya tidak menuntut gaji.

‘’ Rabu kami rapat, inti nya gitu, belum ada alokasi Dana yang bisa di bayarkan, jadi kami tetap menerima dan gak nuntut gitu sich,’’ ujar nya, sedikit menjelaskan isi surat tersebut.

Sementara itu Fitri Kurniasih selaku kepala sekolah saat dikomfirmasi di ruang kerja nya berkilah, terkait isi surat pernyataan itu. Rabu (17/03/2021).

Baca Juga :   Merasa Dilecehkan, Mahasiswa UIR Didampingi IKA UIR Mendatangi POLDA Riau

” Bukan, jadi begini masih ada kesanggupan selagi Bos  itu belum terkumpulkan, karena saya kwatir nya kaya’ gini ni, kira-kira masih mau lanjut apa gak, kalau hanya lisan aja itu kan gak enak ni, bukan mengabdi gitu ndak. Kalau yang mengabdi itu yang saya tunjukan. Kalau yang udah ready saat ini gak loch, jadi disitu adalah saya sampaikan masih ada kesiapan untuk melanjutkan, karena apa,,,saya kwatir di anggaran 2020 Dana Bos itu bisa dipakai yang terdaftar di Dapodik per 31 Desember 2019.’’ Jelasnya.

Masih kata Fitri,’’ nah sekarang ini abang bisa  lihat juknisnya, yang bisa di kaver itu adalah tenaga honor yang mempunyai UNPTK, saya kwatir nya nanti, ketika di 2021 ini tidak bisa di anggarkan, memang itu juknis nya, hanya lima orang yang terkaver, berarti yang ini harus sabar lagi di 2021, karena inkam nya dari anggaran komite. Jadi surat pernyataan itu isi nya menyatakan untuk lanjut melaksanakan tugas di anggaran 2020- 2021 ini,’’ kilahnya.

Baca Juga :   Mulai Senin 26 Oktober, Satlantas Polres Tanjungpinang Gelar "OPERASI ZEBRA SELIGI 2020"

Saat dimintai foto dokumentasi surat pernyataan tersebut, kepsek ini bukam seribu bahasa. (tim)

Komentar

Berita Lainnya