oleh

Bentuk Tim Ekonomi Khusus, Ansar Ahmad Akan Perjuangkan Keluhan Pengusaha Kepri ke Pusat

Batam, Kepri (cMczone.com) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, akan membentuk tim ekonomi khusus di bawah koordinasi Asisten II, Syamsul Bahrum. Tim khusus tersebut dibentuk untuk membantu keluhan-keluhan pengusaha, telaah persoalan yang dialami pengusaha di lapangan serta salah satu instrumen untuk menjembatani dialog dengan Pemerintah Pusat. 

Pernyataan Ansar tersebut, disampaikannya ketika memimpin diskusi dengan kalangan pengusaha tentang implementasi PP nomor 41 Tahun 2021 di Kepri yang dilaksanakan di Graha Kepri, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat malam (2/4/2021).

“Tim tersebut akan kita tetapkan dengan SK Gubernur. Kita harapkan tim khusus ini terdiri dari para profesional yang betul-betul mengerti persoalan mendasar tentang dunia usaha, investasi dan berbagai bentuk regulasi yang mendukung tumbuh kembangnya dunia usaha di Kepulauan Riau. Sehingga ketika kita memberikan gambaran di pusat tentang kondisi kita di lapangan, semua bisa kita sampaikan dengan argumen yang kuat,” jelas Ansar.

Baca Juga :   Idris: Bapaklah (Ansar) Anggota DPR-RI Yang Mau Berkunjung ke Pulau Tiga

Menurut Ansar, suatu wilayah yang sudah ditetapkan sebagai kawasan Free Trade Zone (FTZ) selalu mendapat fasilitas khusus yang namanya diskresi. Diskresi inilah yang kemudian menjadi kunci utama bagi kemudahan implementasi FTZ di lapangan.

“Kalau tidak ada diskresi untuk apa Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun ditetapkan sebagai kawasan FTZ? Untuk itulah kita bentuk tim ekonomi khusus ini dalam rangka meloby Pemerintah Pusat agar memberikan diskresi terhadap kemudahan usaha di Kepulauan Riau,” tegas Ansar.

Ansar juga akan minta petunjuk lebih jauh ke Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, tentang persoalan tersebut.

“Saya Gubernur Kepri tentu tidak boleh tinggal diam dengan apa yang menjadi keluhan dari kalangan pengusaha. Untuk itu apa pun jalannya, tetap akan saya perjuangkan ke pusat,” ujar Ansar.

Baca Juga :   Kapolres Tanjungpinang Serahkan Tugas Kasat Resnarkoba pada Ronny Burungudju

Perekonomian Kepri, kata Ansar, sudah diproyeksikan pulih pada awal tahun 2022 dengan pertumbuhan 3-4 persen. Tentu optimisme proyeksi ini perlu dukungan kuat dari dunia usaha.

“Proyeksinya kita harapkan rebound di angka 3 sampai 4 persen di awal tahun 2022. Proyeksi ini sangat didukung oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah, investasi dan ekspor. Eksistensi dunia usaha salah satu faktor penting dalam mendorong recovery economy. Dan ini harus jadi pointer yang perlu diperhatikan,” kata Ansar.

Sedangkan pengembangan kawasan Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun (BBTK) tahun 2020-2045 yang lebih menitikberatkan pada pengembangan kawasan BBTK sebagai hubungan logistik internasional untuk mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata yang terpadu dan berdaya saing, kata Ansar, memang juga harus dibarengi regulasi yang kuat dan mendukung penuh.

Baca Juga :   Bhayangkara 74: Gafur Dapat Penghargaan dari Kapolda

Lebih lanjut Ansar mengatakan, bahwa PP Nomor 41 Tahun 2021 merupakan salah satu kebijakan strategis pengelolaan kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan Bebas BBTK untuk meningkatkan eksosistem investasi untuk pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing kawasan.

“Sedangkan untuk fasilitas dan kemudahan bagi pelaku usaha meliputi pemasukan dan pengeluaran barang, perpajakan, kepabeanan, cukai, keimigrasian, larangan dan pembatasan, fasilitas dan kemudahan lainnya,” tutup Ansar.

Editor : Budi Adriansyah

Komentar

Berita Lainnya