oleh

Ansar Ahmad Minta Semua Pihak Serius Tekan Covid-19

Tanjungpinang, Kepri (cMczone.com) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad berharap, seluruh Tim Satgas dan stakeholder yang terlibat serius dalam penanganan pencegahan Covid-19 serta penyelesaian vaksinasi Sinovac dan Astrazeneca. 

Kecenderungan peningkatan angka kasus Covid-19 di Kepri perlu disikapi dengan kerja-kerja serius dan terukur dalam pencegahan.

“Kita ingin seluruh Kepri bisa ditekan seminimal mungkin soal kasus Covid ini. Karena itu semua pihak kita minta kerja dengan serius soal pencegahan Covid-19 ini,” kata Ansar, ketika memimpin rapat dengan Tim Satgas Pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di Ruang Rupatama, Lantai 4, Kantor Gubernur Kepri, di Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Kamis (15/4/2021).

Menurut Ansar, dari laporan Tim Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri, saat ini total yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 9.717 orang atau ada penambahan 45 orang dibanding bulan Maret 2021.

Baca Juga :   Dewi Kumalasari Berharap TP-PKK Sejalan dengan Visi Misi Gubernur

Sebanyak 9.717 kasus tersebut diantaranya kasus aktif 508 orang (bertambah 25 orang atau naik 5,22%, kemudian kasus sembuh sebanyak 8.971 Orang atau bertambah 19 orang (92,32%) serta untuk kasus kematian karena Covid-19 sebanyak 239 orang bertambah 1 orang atau sekitar 2,46%.

Tentang penambahan 45 orang kasus baru tersebut diantaranya 31 orang di Kota Batam, 8 orang di Kota Tanjungpinang dan 6 orang di Kabupaten Bintan. Sementara 19 orang penderita yang sembuh berasal dari Batam 14 orang, 3 orang dari Tanjungpinang dan 2 orang dari Bintan.

“Dari data dan monitoring yang kita lakukan ada lima cluster baru yang mempengaruhi peningkatan kasus Covid-19. Kita minta bantu Pemko, Pemkab, TNI-Polri dan Tim Satgas untuk terus bekerja semaksimal mungkin melakukan pencegahan,” tegas Ansar.

Baca Juga :   Membaca Gairah Politik Seorang Wan El Kenz

Lima cluster baru yang mempengaruhi peningkatan kasus Covid-19 di Kepri diantaranya cluster Bank, Polsek, Lapangan Badminton, gelper dan cluster PMI.

Sementara itu untuk vaksin Sinovac secara keseluruhan masih tersisa 1.454 vial dan vaksin Astrazeneca masih tersisa 117 vial.

“Untuk vaksin dosis pertama awal bulan Mei 2021 harus sudah selesai semua. Ini program yang sangat ditekankan oleh Pak Jokowi. Tolong semua pihak mengatensi dengan serius,” pinta Ansar.

Ansar juga minta dari vaksin Sinovac dan Astrazeneca yang masih ada, agar diprioritaskan untuk kalangan masyarakat yang lanjut usia (lansia). Karena kalangan lansia dinilai paling rentan terhadap penularan Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Darmawan menegaskan, bahwa persoalan pelaksanaan vaksinasi untuk pencegahan Covid-19 terus menjadi perhatian Pemerintah Pusat. Bahkan setiap hari Polda Kepri dimintai laporan oleh Mabes Polri tentang perkembangan kasus Covid-19 dan realisasi vaksinasi.

Baca Juga :   Ansar Akan Buktikan Kalau Dirinya Tidak Hanya Beretorika

“Untuk vaksinasi Sinovac dan Astrazeneca ini, anggaran yang dikeluarkan oleh negara tidak sedikit. Untuk itu mari kita dorong dan sukseskan dengan kerja-kerja serius agar vaksinasi di Kepulauan Riau berjalan lancar dan sukses,” kata Darmawan.

Masyarakat Kepri, kata Darmawan, tidak perlu terpengaruh oleh berita-berita hoax dan informasi yang tidak benar tentang vaksin Sinovac dan Astrazeneca. Pihak Polda Kepri juga akan terus membantu dengan cara mengedukasi masyarakat bahwa vaksinasi Sinovac dan Astrazeneca itu aman dan sehat.

Dalam rapat tersebut ikut hadir Wakil Gubernur, Marlin Agustina, Sekda Arif Fadillah, seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepri, Walikota Tanjungpinang, beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri.

Editor : Budi Adriansyah

Komentar

Berita Lainnya