oleh

Gubernur Kepri Minta TNI dan Polri Awasi Pelabuhan Tidak Resmi

Tanjungpinang (Kepri), cMczone.com – Pemulangan ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia melalui Batam disinyalir menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kasus Covid-19 di Kepulauan Riau (Kepri) belakangan ini.

Untuk itu Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad, terus melakukan langkah-langkah dan kebijakan khusus agar persoalan pemulangan PMI melalui Batam tidak melahirkan cluster-cluster baru penyebaran Covid-19.

Kebijakan seperti pembentukan Satgas Daerah Perlintasan Penanganan Covid-19, pemberlakuan swab dan karantina bagi semua PMI yang masuk melalui Batam serta kegiatan Testing, Tracing dan Treatment (3T) bagi PMI yang positif Covid-19 juga sudah dilakukan.

“Berbagai upaya kita lakukan, agar persoalan Covid-19 bisa terus kita tekan. Kita juga sudah membuat surat secara khusus ke Kapolda, Danlantamal IV, Dan Guskamla Koarmabar I serta Kepala Kanwil Hukum dan Ham di Kepri. Kita ingin pemulangan PMI ini ditangani dengan serius, termasuk PMI yang pulang melalui jalur non-prosedural,” jelas Ansar, Minggu (2/5/2021).

Baca Juga :   Ansar Ahmad : Kalau Saya Gubernur, Saya Tongkrongi Tiap Hari Kantor Menteri PUPR

Gubernur Kepri memang sudah mengeluarkan surat resmi tentang permintaan bantuan ke TNI-Polri untuk melakukan antisipasi kedatangan PMI non-prosedural. Surat Gubernur Kepri tersebut bernomor 458/SET-SETC19/V/2021 dan dikeluarkan hari ini, Minggu tanggal 2 Mei 2021.

Dalam rangka pencegahan, pengendalian, dan penghentian penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Kepri, menurut Surat Gubetnur Kepri tersebut, perlu adanya upaya-upaya untuk mengantisipasi kedatangan dan kepulangan PMI secara illegal dan non-prosedural melalui jalur laut pada pelabuhan-pelabuhan tidak resmi di Provinsi Kepri sebagai dampak kebijakan pemerintah perihal peniadaan mudik selama Bulan Ramadhan dan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1442 H pada 6 sampai dengan 17 Mei tahun 2021.

“Untuk itu kita minta bantuan TNI-Polri, agar melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kuantitas dan kualitas patroli laut serta pengawasan pelabuhan-pelabuhan tidak resmi yang berpotensi menjadi pintu keluar masuknya PMI non-prosedural,” ujar Ansar.

Baca Juga :   Kerja Keras, Kerja Cerdas dan Tangan Dingin Ansar Ahmad

Editor : Budi Adriansyah

Komentar

Berita Lainnya