oleh

Bakal Isi 65 Jabatan yang Kosong, Inilah Kriteria Bupati Limapuluh Kota  

Limapuluh kota, (cmczone.com)- Lebih kurang dua bulan bertugas sebagai Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo berhadapan dengan kondisi kinerja birokrasi Pemkab Limapuluh Kota yang belum optimal. Pasalnya, ada 65 posisi jabatan di lingkungan Pemkab yang masih kosong atau belum ada pejabatnya.

“Setelah evaluasi pada rakor pertama, kami minta data-data, ternyata ada 65 formasi jabatan yang kosong baik itu eselon empat, eselon tiga, termasuk eselon dua. Jadi yang akan memanajemen sejumlah pekerjaan dalam OPD-OPD itu, orangnya tidak ada,” ujar Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dalam wawancara yang diunggah dalam kanal YouTube, Bayu Vesky Official, Senin (3/5).

Padahal, tutur Dt. Safar, reformasi birokrasi untuk pelayanan publik yang optimal menjadi salah satu misi pemerintahan Safaruddin-Rizki (Safari).

Baca Juga :   Eksekusi lahan dan Bangunan di Padang Tinggi berjalan singkat

“Ini misi kami yang keempat, tapi harus kami terapkan sekarang. Jadi dalam waktu yang relatif pendek ini, jabatan yang nomenklaturnya berubah, harus dikukuhkan dulu. Untuk pengukuhannya baru kemarin ini kami tanda tangani dan dikirim ke kementerian,” tuturnya.

“Setelah ini baru kita menentukan orang-orang yang akan mengisi jabatan-jabatan ini sampai Juni nanti. Semoga bisa menjadi energi baru yang membantu kami dalam bekerja,” ucap Dt. Safar.

Dalam menempatkan aparatur, bupati menegaskan memiliki sejumlah prinsip dan kriteria. “Pertama, kami berprinsip memberikan kenyamanan bagi ASN ini dalam bekerja. Bagi yang bagus kinerjanya diberikan reward, bagi yang kurang bagus, lalai atau tidak disiplin, kami berikan peringatan bahkan punishment,” katanya.

Baca Juga :   Menteri PPN/Kepala Bappenas Kunjungi Kabupaten 50 Kota : Lobi Bupati dan Wakil Bupati 50 Kota ke Pusat Mulai Membuahkan Hasil

Selanjutnya, Dt. Safar punya kriteria agar menempatkan aparatur sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya masing-masing. “Kami menempatkan seseorang bukan karena like or dislike, melainkan meletakkan sesuatu pada tempatnya dan menyerahkan pekerjaan sesuai keahlian atau kompetensinya,” pungkasnya.

Red

 

Komentar

Berita Lainnya