Setelah Video Ultahnya Beredar, Khofifah Minta Maaf

  • Bagikan
Setelah Video Ultahnya Beredar, Khofifah Minta Maaf

cMczone.com–Beredar video di TikTok dan YouTube yang menyebut adanya kerumunan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kerumunan itu pun diduga akibat acara pesta ulang tahun Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (19/5) lalu.

Dalam video berdurasi satu menit yang diunggah oleh @iki_suroboyo di TikTok, terdengar nyanyian lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ karya Jamrud. Video yang dilengkapi narasi itu menjelaskan, kalau penyanyi yang didatangkan adalah vokalis Kla Project, Katon Bagaskara.

Pesta itu pun disebutkan digelar di rumah dinas gubernur di komplek gedung Grahadi Surabaya. Kepala Biro Administrasi Humas Pemprov Jatim, Agung Subagyo membenarkan bahwa ada acara tersebut.

“Itu acara internal OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Yang ikut staf dan kepala dinas. Semua juga sudah rutin diswab. Daharnya (makannya) juga katering langganan Grahadi yang sudah dipastikan kesehatannya,” ujarnya.

Baca Juga :   Ketum Awni Mendukung Serta Ikut Menggiring Proses Kasus Pers Plat Merah

Agung menambahkan, kalau acara itu dipastikan sesuai dengan protokol kesehatan. Dia juga menyampaikan kalau para OPD yang diundang tidak banyak. Hanya sekitar 30 orang saja.

“Kami pastikan semua protokol kesehatan, OPD sudah paham dengan aturan. Tidak ada pihak eksternal. Acara intern,” tegasnya.

Sementara itu, melalui rilis, Gubernur Khofifah pun membuat pernyataan permintaan maaf. Berikut pernyataannya:

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
Saya mohon maaf yang sebesar- besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dg bunyi pesta ulang tahun khofifah ada kerumunan atau serupa.

Penjelasan di bawah ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi :

1. Bahwa syukuran tanggal 19 Mei semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.

2. Tidak ada lagu ulang tahun…tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer….juga tidak ada potong kue tart ultah.

3. Ada santunan Yatim dan Sholawat Nabi seperti kegiatan lainnya. 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dg 6 orang rebana. Selesei acara mereka makan terus pulang.

4. Ada penyerahan buku penanganan covid karya Dr. Suko Widodo (UNAIR).

5. Yang hadir Wagub (tanpa istri), saya tanpa putera, sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang.

6. Ada band yang biasa dipakai latihan OPD.

7. Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya pak Sekda.

8. Perihal catering yg katanya nomer satu itu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu.

9. Tempat di halaman luar rumdin kapasitas normal bisa 1000 orang..jika ditambah samping bisa sampai 1500 orang. Tetapi yg hadir 31 org plus 10 anak yatim dan 8 tim sholawat dan rebana.

10. Angle yg diambil terkesan berkerumun saya mohon maaf…tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah…..jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran krn pada dasarnya undangan duduk. Kecuali tim catering dan bagian umum.

11. Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu.

Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan hal tersebut tidak benar sama sekali. (red/team/merdeka)

  • Bagikan
error: Content is protected !!