Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota Disinyalir “Pecah Kongsi” ? Masyarakat: Sayang Sekali, Bulan Madunya Singkat

  • Bagikan
                Gambar: Ilustrasi

Limapuluh Kota, cmczone.com- Pemberitaan tentang kurang harmonisnya Pasangan Kepala Daerah di Limapuluh Kota, Ibarat “kaji” yang berulang.

Hal yang sangat disayangkan kenapa harus berulang di jabatan yang sama dan di daerah yang sama? yakni Kabupaten Limapuluh Kota tercinta.

Penulis mencoba mencari dan mengkonfirmasi ke berbagai pihak untuk membuat lebih terang penyebabnya.

Kilas balik sewaktu Kampanye dulunya media juga mengikuti perjalanan pasangan (Safari), sampai memenangkan kontestasi Pilkada serentak tahun 2020.

Pasangan (Safari) sangat solid dan Energik datang kepada calon calon pemilihnya, dengan jargon Limapuluh Kota Madani nya.

Sehingga masyarakat Limapuluh Kota memberikan suara terbanyak kepada mereka (Safari) yang unggul 32 % suara dari 3 Paslon lainnya. Mereka dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota terpilih untuk periode 2021 – 2024, pada Februari 2021 yang lalu.

Baca Juga :   TP-PKK Kepri Panen Cabai, Dewi Kumalasari : Rasa Syukur Akan Melipatgandakan Rezeki

Belum genap setahun (±7 bulan), berkuasa di Limapuluh Kota, sepertinya bilur bilur perpecahan ” Apak Jo Anak ” sudah tampak mengemuka. Semakin hari jurang perpisahan itu semakin lebar yang menganga, sepandai apapun mereka (Safari) membantahnya, tapi ” penciuman ” masyarakat tidak bisa dibohongi.

Agus salah seorang Tim pemenangan Safari kepada awak media mengatakan :
“Oto ambo lah tandeh (mobil sudah hancur) untuk kampanye safari, saya ikhlas. Tapi Komitmen yang kami buat di awal kampanye belum ada tanda tandanya sksn direalisasikan oleh Safari. Sekarang mereka malah ” pocah kongsi,”alamak Jang” sesalnya.

Awak media juga mengkonfirmasi kepada Ayip salah satu orang dekat Bupati Limapuluh Kota tentang kurang harmonisnya dan komitmen Safari? beliau menjawab begini: ” Komitmennya setau saya hanya Visi misi, selain itu saya tidak tahu ” ujarnya via pesan Whatsapp.

Baca Juga :   Bersama Rekan TNI, Babinsa Amsir Wujudkan Taman Baca

Sewaktu musim kampanye Agus merupakan timses di sisi Wabup, sedangkan Ayip timses di sisi Bupati, tentu jawabannya akan berbeda, karena “fasilitas” yang mereka terima juga berbeda setelah menang.

Buya Feri (Wabup Periode sebelumnya) dan juga peserta Pilkada Limapuluh Kota 2020, berbagi pengalaman denga awak media: “Masalah tak harmonis Kepala Daerah dan Wakil saat ini (Safari) saya kira bukan rahasia lagi, Survei mengatakan lebih 85 persen di negara ini tak harmonis setelah terpilih. Mayoritas yang disebabkan oleh tak konsisten dan tak taat akan komitmen.Yang parahnya Pemerintah Pusat seakan “memelihara” ketidak harmonisan di daerah. Terbukti sampai saat ini tak ada PP pembagian kewenangan antara Kepala Daerah dan Wakilnya, Semuanya “Punya” Kepala Daerah. Apalagi dalam memimpin tidak berbagi tugas dengan Wakilnya alias makan surang (Mansur), alamat singkat ” bulan madu ” nya. Khusus di 50 kota saya kira untuk jadi pelajaran bersama bagi kita, makanya rakyat jangan cepat percaya akan janji janji tersebut, pelajari dan kenali calon pemimpin, jangan pilih kucing dalam karung ” Ungkap Buya Feri via Whattapp.

Baca Juga :   Anggota Satgas TMMD/N ke 111 Lakukan Kunjungan ke Gudang Pakan Ayam

Tim

  • Bagikan