Viral!! Ada Proyek Siluman di Subarang Parik Akabiluru, Masyarakat Bertanya Tanya?

Cmczone.com- Pembangunan jalan rabat beton di Lurah Pasia, Jorong Subarang Parik, Nagari Koto tangah Batu Ampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota dianggap warga sebagai proyek siluman?

Bagaimana tidak, sejak awal pembangunan rabat beton jalan lingkung Lurah Pasia yang direncanakan sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut tidak pernah dipasang plang informasi proyek, demikian informasi yang dirangkum awak media dilokasi pembangunan.

Plang informasi proyek itu bertujuan, agar pelaksanaan setiap proyek dapat berjalan dengan transparan. Dimana keterbukaan atau transparansi ini dimulai sejak tender atau lelang proyek dilakukan termasuk tender proyek mau pun penunjukan langsung (PL) yang dilakukan oleh badan publik.

Namun informasi kegiatan pembangunan justru didapat dari salah satu warga, Ida Bagus Putu Fery atau disingkat Feri putra.

Bang Fery Putra kepada media ini mengatakan, dari awal yang paling antusias dan mengusulkan dibangunnya jalan rabat beton tersebut adalah kami dengan beberapa warga lainnya, alasannya karena kami memiliki lahan disana, sehingga manfaatnya bisa mempermudah mobilisasi warga yang ada disana.

Baca Juga :   DEBAT KANDIDAT CABUT-CAWABUT BIAK NUMFOR KURANG GREGET

“Dapat disampaikan bahwa, sejak awal pembangunan kami masyarakat terutama yang akan dilewati jalan tidak diajak semuanya untuk rembug dan musyawarah, tau tau pembangunan dimulai begitu saja.

Kami bersama beberapa Datuk Niniak mamak juga tidak semua dibawa bermusyawarah, hanya segelintir saja. Datuk Ninik mamak juga tidak dilibatkan dalam pemancangan badan jalan, batas-batas yang terkena proyek, dst, demikian juga pemilik lahan juga tidak diikut sertakan, sehingga kami protes dan kami stop pembangunannya,” Imbuh Fery Putra.

Selanjutnya ditambahkan Fery Pitra, Namun, walau bagaimanapun kami tetap berharap kepada pihak pihak terkait dan Wali Nagari untuk menemui kami dan masyarakat lainnya untuk mari duduk bersama lalu kita selesaikan, karena sampai saat ini, walau sudah 1 bulan lebih kami stop, Wali Nagari, Kepala Jorong dan Anggota Bamus tidak pernah mau menemui kami dan juga tidak pernah dipanggil.

Baca Juga :   Dugaan Raja SPBU yang Melakukan Perusakan Lingkungan di Bukit Palano, Pemko hanya Beri Teguran ?

“Catatan untuk anggota Bamus perwakilan Jorong Subarang Parik (Dt.Pangeran), warga sudah berulang kali menyampaikan pengaduan, tapi tidak pernah ditanggapi, malah anggota Bamus tersebut ikut ikutan menjadi pekerja dalam pembangunan jalan rabat beton, ini kami nilai bahwa sebagai anggota Bamus pilihan perwakilan masyarakat ini menyalahi SOP nya…seharusnya mengawasi proyek, bukan ikut jadi pekerja,” sungutnya.

Dalam paparannya Fery putra juga menyampaikan bahwa sumber pembiayaan proyek tersebut bersumber dari Dana Desa Nagari Koto tangah Batu Ampa TA 2023.

Diksi diksi Bang Fery Putra di Aminkan oleh 2 orang warga Lurah Pasia Jorong Subarang Parik S dan E.

“Kami tidak tau itu proyek apa, walau kami pernah ikut bekerja selama 2 hari saja, dengan upah Rp 100 ribu/hari,” ujarnya.

Baca Juga :   Bisnis Limbah Buku Ayam Kebal Hukum?, Oknum TNI Diduga Masuk Barisan

Wali Nagari Koto Tangah Batu Ampa, Syamsul Akmal saat dikonfirmasi via whatsapnya mengatakan, benar, itu sumbernya dari Dana Desa (DD) TA 2023, nilainya saya lupa, nantik saya buka RAB dulu. Terkait plang informasi proyek, memang belum terpasang, tentang anggota Bamus ikut jadi pekerja proyek, saya belum tau, Rabu 10 Mei 2023.

Wali Jorong sekaligus TPK (Tim Pelaksana Kegiatan), Zafri Dt.Mantiko Alam saat dikonfirmasi via whatsappnya, dibaca tapi tidak dibalas.

Anggota Bamus perwakilan Jorong Subarang Parik, Feri Januardi Dt.Pangeran ketika di konfirmasi via whatsappnya, dibaca tapi tidak di balas dan terkesan menutupi proyek siluman ini.

“Pembebasan lahan belum jelas, lah proyek kok sudah berjalan, proyek berhenti kolam ikan bermunculan di lokasi pembangunan.” Tutup sumber istimewa.

Tim