Menimbang Peluang Safaruddin dan RKN Dalam Pilkada 2024

cMczone.com– Safaruddin merupakan bupati incumbent. Terpilih dalam pilkada 2020 yang lalu berpasangan dengan Rizki Kurniawan Nakasri (RKN). Mereka dilantik pada awal tahun 2021 namun seperti pendahulunya, hubungan keduanya diisukan retak sejak bulan ke 6 pemerintahan. Mulai saat itu keduanya jarang tampak hadir bersamaan dan bahkan orang-orang terdekat mereka terlihat saling serang untuk menjatuhkan.

Sekarang 6 bulan menuju pilkada. Safaruddin tampaknya akan maju lagi bertanding. Begitu pula RKN. Selain tentu saja beberapa nama lain seperti Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan. Namun banyak pihak menilai bahwa pertarungan itu sejatinya akan menjadi pertarungan antara SAFARUDDIN dan RKN.

Walaupun demikian belum ada yang final. Mereka sama-sama diketahui belum mengantongi dukungan partai politik dan belum pula menemukan pasangan yang tepat. Namun sekedar menakar peluang tentu dapat kita lakukan dengan merujuk kepada beberapa fakta-fakta lapangan.

Baca Juga :   H.Nurkhalis Dt.Bijo Dirajo Serahkan 274 Pasang Seragam Sekolah Bagi Siswa Tidak Mampu

Safaruddin sebagai bupati incumbent dapat mengatur anggaran, menggerak mesin birokrasi, mengkondisikan aparatur dan tokoh nasyarakat hingga tingkat jorong. Itu merupakan kelebihan utama nya. Setiap incumbent pasti demikian. Namun beredar kabar di lingkaran ASN, PPPK, dan THL bahwa Safaruddin diperkirakan hanya didukung 20-30 % saja, mayoritas oleh pejabat. Hal demikian karena banyak kebijakan Safaruddin yang dinilai tidak pro mereka. Misalnya saja tentang TPP yang tidak dibayarkan atau soal kesejahteraan yang tidak kunjung ada perubahan. Pada sisi lain, mempertimbangkan faktor primordial, Safaruddin dari dapil 5 memiliki potensi pemilih sejumlah 40.849.

Sedangkan Rizki Kurniawan Nakasri (RKN), beliau wakil bupati incumbent yang dinilai tidak diberikan ruang selama 3 1/2 tahun pemerintahan, tentu secara kewenangan tidak akan bisa memanfaatkan birokrasi. Namun fakta yang berkembang di lapangan terasa bahwa sebagian ASN, PPPK, dan THL bersimpati kepadanya. Walaupun persentase dukungan itu sulit sekali diprediksi karena mayoritas ASN, PPPK dan THL takut untuk berpendapat. Namun salah satu kelebihan beliau dimata birokrasi adalah bahwa selama menjabat diketahui tidak pernah marah kepada mereka. Setidaknya tidak membuat gesekan dengan ASN, PPPK, dan THL.

Baca Juga :   Heran, Oknum Guru Lama Tak Mengajar Tapi Absensinya Dibuat Hadir Oleh Pihak Sekolah, Ada Apa?

Berbicara tentang primordial, RKN memiliki basis pemilih di dapil 1 dengan potensi pemilih lebih dari 68.000. Faktor primordial masih berada pada peringkat teratas sebagai alasan memilih kepala daerah di Limapuluh Kota.

Mencermati survai yang dilakukan oleh SBLF MYRISET, tentang alasan warga memilih bupati/wakil bupati, faktor kedua nya adalah menilai gagasan calon. Maka berdasarkan survai ini kita yakin pilkada 2024 akan menjadi ajang pertempuran gagasan.

Dalam konteks gagasan, Safaruddin tentu akan membuktikan keberhasilannya. Safaruddin tidak akan menawarkan hal baru karena dia telah diberikan kesempatan selama hampir 4 tahun. Jika dia dinilai berhasil maka warga akan memilihnya kembali. Jika dia dinilai gagal, maka hukuman warga atas dirinya adalah tidak dipilih untuk periode keduanya.

Baca Juga :   Satu Keluarga "Keracunan" Makanan, Ini Kata Kapolres?

Sedangkan RKN bisa saja tampil dengan gagasan baru atau mengkoreksi pencapaian pemerintahan saat ini karena dia mengklaim tidak bertanggung jawab atas capaian pemerintah. Dalam banyak kesempatan akhir-akhir ini RKN banyak berbicara tentang pencapaian RPJMD dan bagaimana seharusnya pemerintahan kedepan dijalankan untuk menghadirkan percepatan pembangunan.