Cegah Intoleran, Korem 031/WB Menyelenggarakan Kegiatan Komunikasi Sosial Dengan Komponen Masyarakat

cMczone.com-Pekanbaru/Riau -Memperhatikan Bangsa dan peduli terhadap NKRI, Korem 031/WB menyelenggarakan kegiatan komunikasi sosial dengan komponen masyarakat, Rabu 26 Juni 2024, bertempat di Gedung Auditorium Kaharudin Nasution Makorem 031/WB Pekanbaru.
Acara Komunikasi Sosial ini mengangkat Tema ” Bersama Merawat Kebhinekaan, Mencegah Intoleran.”.Hadir dalam acara ini antara lain, LAM Riau, MUI Riau, ICMI Riau, PSMTI Riau, GP Ansor Riau, Pimred LKBN Antara, PWI Riau, FPII Riau, Danyon Menwa UR, UIN, UIR, Lancang Kuning, IPK, PW Pemuda Muhammadiyah Riau, Pemuda Pancasila, Pemuda Batak Bersatu, PMII, Senkom Mitra Polri, Granat Riau, FKPMR, serta tamu undangan lainnya.
Komandan Korem Brigjen TNI Dany Rakca dalam kata sambutannya yang di sampaikan Kasiter Letkol Inf Nunung Wahyu N menyampaikan puji syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karuniaNya kepada kita, sehingga kita dapat hadir pada acara ini.”Pada kesempatan ini Saya mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada tamu undangan atas kehadirannya. Semoga adanya kegiatan ini semakin mempererat tali silaturahmi kita dalam menjalankan tugas dan pengabdian Kepada Masyarakat, Bangsa dan Negara,” sebutnya.
Komunikasi sosial yang digelar ini merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan antara Prajurit TNI AD dengan komponen masyarakat, agar tercipta hubungan harmonis guna memberikan pemahaman berpartisipasi dalam pertahanan Negara demi terwujudnya NKRI yang berdaulat.Kasiter juga mengatakan ada beberapa sasaran yang ingin dicapai, diantaranya:
1. Tercapainya pemahaman tentang kebijakan Pimpinan TNI AD oleh komponen masyarakat dalam mendukung tugas pokok2. Terlaksananya pembinaan fungsi komsos dan penyelenggaraan komsos dengan komponen masyarakat.
3. Terwujudnya rasa cinta tanah air dan kesadaran bela Negara.4. Terlaksananya program Komsos dalam rangka penyampaian pikiran dan pandangannya terkait dengan pemberdayaan wilayah pertahanan dan terjalinnya hubungan harmonis degan seluruh komponen masyarakat guna kepentingan pertahanan Negara aspek darat.
5. Terwujudnya moderasi beragama dalam membangun harmonisasi kehidupan antar agama dan keseimbangan kehidupan sosial.6. Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa di tengah ancaman polarisasi berbasis SARA.
Dengan diangkatnya tema bersama merawat kebhinekaan, langkah untuk mencegah intoleran itu marilah kita satukan tekad dan semangat serta memunculkan cara berpikir cerdas dalam menyikapi permasalahan yang timbul, dan mengedepankan toleransi dan sinergitas.Wahyu juga mengatakan intoleran adalah sikap atau perilaku yang tidak mau menerima atau menghargai perbedaan. Orang yang intoleran cenderung tidak mau mengakui hak orang lain, dan sering kali menunjukan sikap diskriminatif kepada mereka yang berbeda mereka sendiri.
Ditambahkanya, ia mengatakan ciri-ciri intoleran yaitu; ketidaktoleran terhadap perbedaan, diskriminatif, ketidaksukaan terhadap keragaman, sikap dan komentar negatif, ketidakmampuan untuk berempati, kaku dan tidak fleksibel, serta menunjukan kekerasan atau agresi.Ancaman dampak intoleran seperti polarosasi masyarakat, konflik sosial, pelanggaran HAM, ketidakadilan sosial dan penurunan kualitas hidup.
“Untuk itu marilah kita meningkatkan pemahaman tentang pluralisme, menciptakan dialog terbuka antar kelompok berbeda, serta edukasi tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai tanpa diskriminasi,” ucapnya.

Baca Juga :   Polres Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Pencurian