Berita  

Jalur Kereta Padang–Bukittinggi Segera Aktif Kembali

Screenshot

Reaktivasi jalur legendaris ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan konektivitas dan ekonomi Sumbar.

Padang – cMczone.com | 11 November 2025

Proyek reaktivasi jalur kereta Padang–Bukittinggi kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025. Jalur yang sudah tidak aktif lebih dari lima dekade ini akan kembali menghubungkan dua kota penting Sumatera Barat, dengan total panjang lintasan sekitar 71 kilometer.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan bagian dari upaya besar menumbuhkan kembali denyut ekonomi masyarakat lintas kabupaten.

“Kereta ini akan menjadi nadi baru perekonomian Sumbar. Biaya logistik turun, mobilitas wisatawan meningkat, dan daerah-daerah di sepanjang rel akan hidup kembali,” ujarnya dalam konferensi pers di Padang, Selasa (11/11).

Baca Juga :   MPC Pemuda Pancasila Tanjab Timur Buka Pendaftaran Calon Ketua Periode 2023-2027

Reaktivasi ini dikerjakan oleh PT KAI bersama Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatra Barat. Hingga minggu kedua November, progres fisik telah mencapai 82%, meliputi pembangunan jembatan, stasiun mini, dan perbaikan rel lama di kawasan Padang Panjang. Proyek ini juga membuka lapangan kerja bagi lebih dari 1.200 tenaga lokal.

Selain fungsi transportasi, jalur kereta ini diyakini mampu memperkuat sektor pariwisata. Objek seperti Lembah Anai, Jam Gadang, dan Panorama Sitinjau Lauik akan kembali menjadi magnet wisata yang mudah dijangkau. Pemerintah juga tengah merancang paket wisata “Kereta Heritage Minangkabau” yang akan memadukan nilai sejarah dan ekonomi kreatif lokal.

Jika dikelola baik, proyek ini bisa menjadi model pembangunan berbasis warisan sejarah yang produktif. Namun tantangan terbesar adalah pemeliharaan pascaoperasi dan keberlanjutan pendanaan. Pemerintah daerah perlu memastikan tarif tiket terjangkau tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Baca Juga :   RKN Meninjau 2 Rumah Warga Yang Tertimpa Musibah Puting Beliung di Nagari Gurun

Catatan Redaksi cMczone.com:

Transportasi publik bukan hanya tentang mobilitas, tetapi pemerataan kesempatan hidup. Rel yang menghubungkan kota dan desa adalah urat nadi keadilan ekonomi di bumi ranah Minang.