Pemkot targetkan 42 titik rawan banjir selesai ditangani sebelum puncak musim hujan Desember.
Kota Jambi – cMczone.com | 20 November 2025
Pemerintah Kota Jambi resmi memulai proyek penataan ulang sistem drainase di kawasan padat penduduk untuk mengantisipasi banjir musiman yang kerap terjadi setiap akhir tahun. Proyek ini difokuskan pada 42 titik rawan, terutama di Kecamatan Jelutung, Alam Barajo, Pasar, dan Kotabaru. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya curah hujan ekstrem dan penyumbatan saluran air akibat sampah serta sedimentasi.
Wali Kota Jambi menjelaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan aliran air lancar selama periode hujan intens, khususnya pada Desember 2025 yang diprediksi menjadi puncak musim hujan.
“Kita tidak bisa menunggu banjir datang. Penanganan harus dimulai sekarang, dengan cepat, terukur, dan melibatkan masyarakat,” katanya.
Program penataan drainase meliputi pembongkaran saluran tua, pemasangan box culvert baru, pengerukan sedimentasi, serta normalisasi anak sungai kecil yang melintas di tengah kota. Pemerintah juga melibatkan masyarakat melalui gerakan “Satu Rumah Satu Gotong Royong”, mendorong warga ikut membersihkan parit di sekitar rumah.
BPBD Kota Jambi menyebutkan bahwa banjir tahun lalu berdampak pada lebih dari 1.500 rumah dan memicu kerugian material yang cukup besar. Karena itu, penanganan dini sangat penting untuk mencegah situasi serupa terulang.
“Drainase yang bersih bisa mengurangi risiko banjir hingga 60 persen,” ujar Kepala BPBD.
Selain pekerjaan fisik, pemerintah memperkuat pengawasan dengan menempatkan petugas khusus untuk memonitor titik-titik rawan selama 24 jam. Petugas akan mengirim laporan melalui aplikasi monitoring bencana berbasis lokasi yang dirilis Pemkot bulan lalu.
Namun sejumlah warga masih mengkhawatirkan lambatnya proses pengerjaan di beberapa titik yang padat kendaraan. Pemerintah berjanji percepatan akan dilakukan dengan menambah alat berat dan membagi pekerjaan ke dalam tiga shift.
Para pedagang pasar tradisional menyambut baik proyek ini, mengingat banjir kerap mengganggu aktivitas ekonomi mereka. “Kalau parit lancar, banjir bisa berkurang. Pembeli tidak takut datang,” kata Rina, pedagang di Pasar Angso Duo.
Penataan ulang drainase merupakan investasi jangka panjang. Kota-kota di Indonesia, termasuk Jambi, menghadapi tantangan urbanisasi cepat tanpa kesiapan infrastruktur memadai. Normalisasi drainase adalah langkah dasar yang menentukan apakah kota akan tumbuh atau terus terjebak dalam siklus banjir tahunan.
Catatan Redaksi cMczone.com
Air yang meluap adalah tanda bahwa kota tidak siap. Pemerintah hadir ketika rakyatnya tidak lagi bergantung pada nasib, tetapi pada kebijakan yang berpihak.







