Berita  

BPR Suliki Gunung Omeh Gagal Tunaikan Tabungan Nasabah, Komunikasi Terputus

cMczone.com– Puluhan atau mungkin Ratusan Nasabah BPR (Bank Perekonomian Rakyat) Suliki Gunung Omeh sedang dirundung kekecewaan disebabkan Tabungan tidak bisa dicairkan.

Jumlah Nasabah yang terdampak atas gagalnya pihak Bank menunaikan kewajiban bayar belum terkonfirmasi akibat tidak bersedianya Pihak Bank membuka diri.

Mulai dari Komisaris Utama (Komut) hingga
kecewa yang mendalam, setelah tabungan mereka tidak dapat diambil atau ditarik sejak beberapa waktu yang lalu. Yang lebih menyakitkan, nasabah tidak pernah mendapatkan keterangan jelas dari pihak bank mengenai alasan kendala tersebut, bahkan upaya untuk menghubungi pimpinan juga selalu gagal.

“Banyak di antara kita yang menabung di sini dengan harapan masa depan keluarga, tapi sekarang semuanya terancam hilang tanpa tahu alasan apa,” ujar salah satu nasabah yang minta tetap anonim. Nasabah mengaku telah berulang kali mencoba meminta informasi dan nomor telepon pimpinan bank, namun tidak pernah berhasil mendapatkan apa-apa. Kondisi ini membuat mereka merasa dirugikan dan tidak diperhatikan.

Baca Juga :   Dirwaster BAPERMEN Sumbar Demo di BWS V Padang, Soroti Dugaan Pengaturan Tender hingga Proyek Fiktif

Hingga hari ini, BPR suliki Gunung Omeh masih belum mampu membayarkan tabungan nasabahnya, tanpa ada kepastian kapan masalah ini akan selesai.

Untuk mengungkapkan kebenaran, tim media telah melakukan upaya konfirmasi ke pihak bank. Pertama, tim menghubungi Komisaris Utama (Komut) Bapak Rishendri melalui pesan WhatsApp, namun tidak mendapatkan balasan apapun. Upaya kedua dilakukan kepada Direktur Dana Pensiunan (Depen) sekaligus pemegang saham pengendali Bapak Antonius melalui WA juga tidak membawa hasil apapun. Kedua nomor kontak yang digunakan untuk konfirmasi tidak memberikan tanggapan sama sekali, membuat kebingungan tentang kondisi sebenarnya.

Nasabah yang telah menaruh kepercayaan dan harta benda di BPR ini kini terpaksa menghadapi ketidakpastian. Banyak di antaranya yang bergantung pada tabungan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan anak, atau dana darurat. Tanpa informasi jelas dan tanggapan dari pihak bank, harapan mereka untuk mendapatkan kembali tabungan semakin memudar.

Baca Juga :   Ini Kata Riza Falepi Terkait Seleksi Direktur Operasional Pamtigo

(Soe-crie)