cMczone.com, Sijunjung – Pemerintah Kabupaten Sijunjung menjalin kerja sama strategis dengan PT Pegadaian (Persero) untuk mendukung pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek.
Memorandum of Understanding (MoU) tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Benny Dwifa Yuswir bersama Pimpinan Wilayah II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi di Operation Room Kantor Bupati Sijunjung, Kamis (13/8/2026).
Kerja sama ini menjadi tambahan kekuatan bagi Pemkab Sijunjung dan Badan Pengelola Geopark Silokek dalam menghadapi penilaian tim asesor UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 17-21 Agustus 2026 mendatang.
Dalam arahannya, Bupati Benny Dwifa menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian yang telah bersedia menjadi mitra dalam pengembangan Geopark Silokek.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, budaya hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Hadirnya PT Pegadaian diharapkan memperkuat langkah Pemkab Sijunjung dalam menyongsong penilaian dari tim asesor UNESCO,” tuturnya.
Sebagai langkah awal, kata Benny, kerja sama akan difokuskan pada program-program responsif seperti pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat, pembuatan penunjuk jalan kawasan, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang melibatkan akademisi.
Bupati optimistis, dengan kerja keras ASN, dukungan akademisi, serta kemitraan bersama PT Pegadaian, mimpi besar menjadikan Geopark Silokek sebagai UNESCO Global Geopark dapat terwujud dan menjadi penggerak utama perekonomian daerah di masa depan.
Ia mengakui, perjalanan Geopark Silokek menuju UNESCO Global Geopark (UGG) bukanlah proses instan. Sejak ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018, Pemkab Sijunjung terus menjaga komitmen untuk mengembangkan kawasan tersebut secara berkelanjutan.
“Geopark adalah taman bumi. Dengan melestarikan bumi, insyaallah bisa menyejahterakan masyarakat,” jelasnya. .
Keseriusan tersebut bahkan dituangkan dalam RPJMD selama dua periode kepemimpinan, sehingga berbagai program pembangunan yang bersumber dari APBD diarahkan untuk mendukung keberlanjutan Geopark Silokek.
Benny juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat dengan kelestarian lingkungan. “Geopark Ranah Minang Silokek memiliki tiga kekuatan utama, yakni geodiversity, biodiversity dan cultural diversity. Keunikan geologi, kekayaan flora dan fauna serta budaya Minangkabau menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan tersebut di tingkat internasional,” tuturnya.
Sementara, Pimpinan Wilayah II Pekanbaru PT Pegadaian, Agus Riyadi, mengatakan pihaknya hadir untuk mendukung pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek melalui program Dana Kepedulian Sosial (DKS) atau CSR.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus Pegadaian dalam menyalurkan program sosial perusahaan.
“Pembentukan Geopark Ranah Minang Silokek ini sangat peduli terhadap lingkungan. Makanya salah satu sasaran DKS kita adalah mendukung ekonomi sekaligus kelestarian lingkungan yang ada di Kabupaten Sijunjung,” ujarnya.
Agus menyebutkan, sejumlah program awal telah dilakukan, termasuk pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi pemandu wisata. Ke depan, kerja sama akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan, seperti penyediaan sarana dan prasarana penunjuk jalan serta program pemberdayaan masyarakat.
Pegadaian juga membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan Universitas Andalas (Unand) untuk mengkaji potensi dan tata kelola aktivitas pertambangan emas agar dapat berjalan secara lebih legal dan berkelanjutan.
“Selaku BUMN, kita peduli terhadap kemaslahatan umat, terutama terkait budaya, ekonomi dan lingkungan. Ini sangat sejalan dengan apa yang kami cita-citakan melalui DKS,” tukasnya. (Dicko)







